3 Hari Jasad Korban Banjir Bandang Dibiarkan Terlantar, Tindakan Pemda Poso Dikutuk Warga

0
1182

POSO NP – Padahal sudah 3 hari berlalu namun jasad korban Masran Lambagu (50) yang diduga masih tertimbun lumpur, batu dan kayu-kayu akibat banjir bandang Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah  yang terjadi pada Selasa 3 Maret 2020 lalu belum di evakuasi.

Tidak seperti daerah-daerah lainnya dimana pemerintahnya langsung tanggap dan menerjunkan peralatannya.


Pada peristiwa ini walaupun sudah ditunggu selama berhari-hari namun tidak ada satupun alat yang dikirimkan untuk evakuasi tersebut.

Upaya-upaya pencarian terhadap korban justru hanya dilakukan oleh masyarakat dan keluarga korban menggunakan peralatan seadanya dan 1 unit alkon itupun tanpa pendampingan dari pemerintah, kecuali dari beberapa anggota TNI AD yang ikut serta turun mengawasi jalannya  proses upaya pencarian korban tersebut.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso dan Basarnas yang diterjunkan sejak hari pertama kejadian tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya tidur dan berleha-leha di basecamp mereka sambil sesekali datang ke sekitar lokasi kejadian untuk berselfie sebagai dokumentasi jika mereka pernah datang ke Ngamba Bada saat terjadinya bencana ini.

“Mereka datang hanya untuk bersilfie, foto-foto kemudian pergi.Sepatu merekapun tidak kotor sama sekali,” ungkap warga seragam.

Sebelumnya Kepala BPBD Poso, Noldi Tobondo kepada Nuansa Pos mengakui, pihaknya memang tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu alat berat yang dijanjikan akan didatangkan dari Poso.

Senada dengan Noldi Kepala Desa (Pjs) Lengkeka, Mefrianus Ratodo mengatakan tidak mampu berbuat banyak selain hanya bisa menunggu saja.”Kami juga sudah upayakan koordinasi tapi tidak bisa selain menunggu pak,” ujarnya menanggapi pertanyaan media ini.

Seperti yang sudah-sudah, pihak PU Poso sebagai penyedia alat yang dihubungi media ini kembali berjanji akan segera men girimkan peralatannya.”Tunggu satu, dua hari ini pak,” janji petugas PU Poso,  Hidayat Rengga kepada Nuansa Pos Kamis (6/3) pagi tadi.

Tindakan Pemda yang dianggap tidak manusiawi itu tak ayal memancing reaksi masyarakat yang kemudian mengutuk tindakan tersebut.”Sudah berhari-hari korban dibiarkan terlantar, tidak ada alat dikirimkan selain janji-janji bohong.Ini sangat terkutuk membiarkan jasad korban terlantar seperti itu,” sergah para warga di lokasi pencarian jenazah.

Pantauan Media ini dilapangan membenarkan, sejak hari pertama kejadian tidak ada satupun peralatan yang di turunkan Pemda di lokasi kejadian tempat diduganya korban terbenam lumpur.

Namun demikian sudah ada Pos-Pos pelayanan kesehatan yang di buka oleh Polisi.Polisi juga sudah membantu  proses evakuasi barang-barang masyarakat dan memindahkannya ke lokasi pengungsian yang tersebar di Kantor Camat Lore Barat dan di sejumlah titik yang dianggap aman untuk ditinggali (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here