NasionalSultengViral

Pembangunan Infrastrutur FDP Tentena Berdasarkan Master Plan Membutuhkan Anggaran 16 M Rupiah

Palu,Nuansapos.com – Tata letak sejumlah infrastruktur yang sudah dibangun di dalam areal Festival Danau Poso (FDP) Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ternyata tidak asal bangun saja.

Baik jumlah maupun penempatan bangunan-bangunan itu pada faktanya sudah sesuai, berdasarkan Master Plan yang sebelumnya sudah disetujui oleh semua pihak berkompoten.

” Ini master plannya pak ,” ungkap mantan Kadis Pariwisata Provinisi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya kepada Nuansapos, Senin (28/02/2022) seraya menyodorkan satu bundel dokumen berisi rancang bangun infrastruktur yang dimaksud.

Lebih jauh Nyoman Sriadijaya yang saat ini menjabat sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng menjelaskan.

Lokasi FDP pasca konflik 1998 sampai tahun 2007 tidak lagi dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan event Pariwisata dan Budaya (Festival Danau Poso) sebagai event utama Provinsi Sulawesi Tengah.

Demikianpula pada masa rekonsiliasi, event FDP juga tidak dilaksanakan dan nanti dihelat lagi pada 2008 dan tahun 2009 dimana pada tahun 2010 dan 2011 terhenti dan nanti dilaksanakan pada tahun 2012.

Seperti pada tahun 2010 dan 2011, pada 2013 sampai 2015 kegiatan FDP terhenti lagi hingga akhirnya pada 2016 event FDP diserahkan kepada Pemda Kabupaten Poso karena pertimbangan situasi yang ada di Poso pada saat itu dimana masing – masing Kabupaten / Kota membuat eventnya sendiri – sendiri.

Walaupun pelaksanaan kegiatan-kegiatan festival masih dipusatkan di lokasi FDP namun kata Nyoman lokasi FDP itu masih dibawah kewenangan dan aset Provinsi.

” Meskipun kegiatan festival di Poso pelaksanaannya di areal FDP, namun lokasi itu tetap menjadi aset Pemerintah Sulteng sampai sekarang ini ,” ujarnya.

Disinggung sebabnya sehingga FDP Tentena terkesan dibiarkan begitu saja menurut Nyoman karena memang tidak ada pembangunan atau rehab apapun sampai dia dilantik pada tahun 2018.

” Karena memang tidak ada pembangunan atau rehab apapun sampai saya dilantik sebagai Kadis Pariwisata Sulteng pada 2018. Itulah sebabnya sehingga lokasi FDP terkesan ditelantarkan ,” ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya berharap, apabila pembangunan dilokasi FDP akan dilanjutkan agar tetap merujuk pada Master Plan yang ada.

” Berdasarkan kajian teknis yang dibuat pejabat sebelum saya, sehingga pada 2019 saya berinisiatif membenahi dan menata lokasi FDP yang didahului dengan menyusun master plan. Sekalian mengusulkan pembangunan FDP melalui anggaran DAK 2019 yang akhirnya disetujui oleh Kementerian Pariwisata RI dengan dana sekitar Rp 1,48 M ,” tukasnya.

Lebih jauh Nyoman menjelaskan dengan kekuatan anggaran dari Kementerian tersebut pihaknya kemudian melakukan sejumlah kegiatan pembangunan di areal FDP tersebut. Antara lain membangun pagar keliling, gapura (pintu gerbang) serta Gedung Tourist Information Centre (TIC).

Tak hanya itu saja pada tahun 2020 ketika mendapat bantuan DAK sekitar 1,65 M pihaknya tambah Nyoman masih melanjutkan penambahan pekerjaan di areal FDP itu. Yakni membangun jalan setapak, pedistrian dilingkungan FDP juga membangun tandon air bersih, plasa jajanan kuliner dan toilet umum 2 unit.

Sayangnya pada tahun 2021 kemarin, kegiatan pembangunan di FDP menurut Nyoman harus terhenti.

Sebabnya karena permohonan anggaran Dinas Pariwisata Sulteng ke Kementerian sekitar 7,5 M yang direncanakan untuk membangun areal parkir, panggung terbuka (theater), mushola, rumah jaga, taman lingkungan dan sebagainya tidak disalurkan karena recofushing anggaran akibat Covid-19.

” Seandainya usulan DAK 2021 itu turun pastilah kondisi FDP tidak akan seperti sekarang ini.Kalau berharap APBD kami hanya bisa merehab paragola, toilet dan rehab gedung ditambah kegiatan penghapusan anjungan-anjungan rumah kayu yang usianya sudah lebih dari 25 tahun dan tidak layak dipertahankan lagi ,” imbuhnya.

Ft : Ito Magido

Diakhir penjelasannya Nyoman sedikit menyimpulkan untuk mewujudkan pembangunan lokasi FDP sesuai Master Plan yang ada membutuhkan anggaran sekitar Rp 16 M.

Namun soal angka pastinya Nyoman tidak mengetahuinya dan mempersilahkan ke bidang yang menangananinya.

” Soal angkanya silahkan ditanyakan ke Bidang Teknis Pariwisata Sulteng soalnya kalau saya yang bicara takutnya nanti keliru karena saya tidak pegang data itu lagi. Setahu saya semua fasilitas yang akan dibangun sudah ada DED atau perhitungan biayanya ,” tegasnya.

Terkait Master Plan yang saat ini ada ditangannya, menurut Nyoman hanya dipinjam sementara dimana sebenarnya dia berharap bisa duduk satu satu meja dengan Kadis penggantinya untuk menjelaskan jika rencana pembangunan di kawasan FDP sudah ada master plannya.

“Dokumen ini saya pinjam sementara dari Bidang Destinasi karena saya pikir masih ada waktu setelah Sertijab saya bisa ketemu dengan Ibu Kadis untuk menjelaskan bahwa untuk penataan FDP sudah ada Master Plannya”

Pemantauan lokasi FDP, Kadis Pariwisata Sulteng, Diah Agustinningsih Ento dan Bupati Poso serius membahas segala kebutuhan untuk festival Agustus mendatang.

” Apabila beliau mau menindaklanjutinya, dokumen pinjaman ini saya kembalikan ke Dinas Pariwisata. Namun apabila ada kebijakan lain itu kewenangan beliau, silahkan saja. Yang pasti saya yakin Ibu Kadis pasti akan berupaya untuk menata lebih bagus lagi sehingga kehadiran FDP kedepan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Poso ,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp