Air Bersih Warga Desa Bete-Bete Menguning Campur Lumpur, Diduga Dampak Aktivitas Tambang PT.HM
Morowali NP
Warga Desa Bete-Bete Kec.Bahodopi Kab.Morowali Prov.Sulteng mengeluh. Karena air bersih yang selama ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangganya, kini keruh menguning campur lumpur.
Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih dua (2) bulan di alami warga, air keruh menguning dan berlumpur itu dengan terpaksa digunakan warga untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari bahkan dipakai untuk memasak.
“Kurang lebih sudah dua bulan pak kami pakai air berwarna kuning campur lumpur ini, mau di apa tidak ada lain cuma dari sini sumber air bersih kami,” ungkap ibu Sofia (40) warga Desa Bete Bete, saat sejumlah wartawan melakukan investigasi cek fakta di Desa Bete-Bete. Selasa, (04/05/2021).

Menurut warga, penyebab berubahnya rona warna air bersih di duga kuat akibat dampak aktivitas tambang PT.Hengjaya Mineralindo (HM), yang melakukan kegiatan di area lokasi sumber air bersih tersebut.
Aktivitas tambang PT.HM, yang berada di area lokasi sumber air bersih sudah tak dapat dipungkiri lagi, menjadi biang kerok tercemarnya air bersih warga hasil proyek PNPM itu, yang sudah bertahun digunakan warga.
“Itu pak tambangnya PT.HM ada dilokasi sumber air bersih kami, timpal Nurdin Ja’far (71) menyahuti pernyataan ibu Sofia, di Amini warga lainnya.
Untuk mensiasati hal tersebut, sebagian warga ada yang pakai talang untuk tampung air hujan, bahkan ada dengan terpaksa ambil air dari kejahuan yang ronanya lebih bersih walau berkapur.

” Kalau saya pigi ambil yang warna airnya lebih jernih untuk pakai masak dan minum walaupun berkapur,” tutur Sofia sambil menenteng jerigennya diatas lori-lori.
Senada yang dialami Sofian, terpaksa menggunakan air keruh menguning campur lampur itu untuk mandi dan memasak. bahkan terkadang, dipakai untuk air minum saat air galon sedang kosong.

“Air ini yang kami pakai mandi dan memasak bahkan kita gunakan untuk air minum kalau saat air galon lagi kosong,” terang Sofian dengan mimik sedih.
Bukan hanya air bersih yang tercemar, termasuk kali Bete-Bete yang selama ini digunakan ibu-ibu mencuci pakaian.

Tetapi kondisi itu, membuat warga tak berdaya memilih diam dan bungkam seolah ada rasa ketakutan dan trauma pasca peristiwa “hadiah Hotel prodeo” dari PT.HM kepada sejumlah warga Desa Bete-Bete.
“Sudah jelas pak penyebabnya itu aktivitas tambang, ada jalan holling PT.HM disana. tapi warga sekarang banyak yang takut pasca dipenjarakannya kepala Desa, Ketua BPD dan sejumlah warga lainnya oleh PT.HM. termasuk saya sendiri ikut menjadi korban kriminalisasi PT.HM. beber Sofian seraya mengenangnya, dengan mata berkaca-kaca.
Demikian halnya, penjelasan yang disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Bete-Bete Mudin sependapat dengan pernyataan warganya, penyebab menguningnya air bersih dan kali bete-bete adalah dampak aktivitas tambang PT.HM.
“Iya pak betul itu apa yang disampaikan warga saya, makanya PT. HM sudah bentuk tim mengandeng pemerintah desa sebagai bentuk tanggung jawabnya perusahaan, tapi sampai sekarang belum juga tampak ada kerja dari tim itu,” terangnya dengan nada pelan.
Saat ditanya, nama tim dimaksudkan, dan tugas tim tersebut, Sekdes mengaku tak mengetahui persis.
“Soal itu nama dan tugasnya tim, saya tidak tau persis pak, yang saya tahu belum ada pelaksanaan sampai sekarang tapi katanya sudah ada tim untuk perbaiki pipa,” ungkapnya, lagi dengan nada pelan.

Sementara itu, Management PT.HM yang berupaya dikonfirmasi di kantornya belum berhasil ditemui. Menurut security yang piket, para management berwenang sedang tak berada ditempat.
“Semua yang berwenang memberikan keterangan sedang tidak ada ditempat, pak Firman sedang cuti sementara ibu Ira ada perjalanan di Bungku pak,” Ucap para security yang piket saat itu.
Seperti apa kelanjutan nasib air bersih warga desa Bete-Bete, nantikan investigasi mendalam pemberitaan media ini pada edisi berikutnya.