Sulteng

APBD Donggala Masih Defisit Danai Pemulihan Pasca Bencana

 

DONGGALA, NP – Pidato Pengantar Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Pemerintah Kabupaten Donggala Tahun Anggaran 2020 digelar diruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Donggala pada Rapat Paripurna Kelima Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2020 ,Kamis sore (10/09/2020).

Dalam kesempatan itu ,Pidato Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa ,SH. MH ,menyampaikan bahwa apa yang telah tertuang dalam pengantar nota keuangan ini ,pada dasarnya adalah kelanjutan proses dari berbagai dinamika kebijakan umum terkait kondisi anggaran yang telah kita sepakati bersama ,sebagaimana tertuang dalam nota kesepakatan bersama tentang KUA dan PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Donggala Tahun 2020.

Atas dasar keinginan tersebut ,Rancangan APBD-P 2020 diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah akibat pandemic Covid-19 ,serta masyarakat Donggala yang merasakan dampak dari bencana ,pasca bencana gempa dan tsunami yang hampir dua tahun terakhir ini masih banyak warga Kabupaten Donggala yang belum mendapatkan hunian tetap (Huntap) dan stimulan yang tentunya hal ini akan mendapatkan perhatian khusus pada alokasi dan APBD-P tahun 2020.

“APBD-P tahun 2020 yang akan saya sampaikan ini adalah merupakan salah satu instrumen kebijakan dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan umum guna peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan melalui tahapan-tahapan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sebagai pelaksanaan kewajiban Pemerintah ,”ujarnya.

Bupati juga jelaskan berdasarkan rencana target pendapatan dan belanja daerah yang telah saya uraikan sebelumnya ,maka kompisisi rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD-P) Kabupaten Donggala tahun anggaran 2020 adalah sebagai berikut :

Pertama ,Pendapatan dialokasikan sebesar Rp.1,2 Trilyun tetapi pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar Rp.131,8 Milyar atau 9,83 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.1,3 Trilyun.

“Yang bersumber dari yaitu Pendapatan Asli Daerah dialokasikan sebesar Rp.75 Milyar  dan itu mengalami penurunan sebesar Rp.2,1 Milyar atau 2,84 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.77,2 Milyar ,Dana Perimbangan dialokasikan sebesar Rp.919,9 Milyar mengalami penerunan sebesar Rp.126,3 Milyar atau 12,09 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.1,045 Trilyun dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah dialokasikan sebesar Rp.215,2 Milyar mengalami penerunan sebesar Rp.3,2 Milyar atau 1,5 Persen dari anggaran sebelumnya Rp.218,5 Milyar ,”ungkap Kasman Lassa.

Kedua ,Belanja dialokasikan sebesar Rp.1,7 Trilyun mengalami penerunan sebesar Rp.118,5 Milyar atau 6,37 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.1,8 Trilyun.

“Yang terdiri dari yaitu Belanja Tidak Langsung dialokasikan sebesar Rp.1,228 Trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp.1,3 Milyar atau 0,11 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.1,226 Milyar ,Belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp.513,9 Milyar mengalami penurunan sebesar Rp.119,8 Milyar atau 18,91 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.633,8 Milyar ,”ungkap Kasman Lassa.

Ketiga ,Pembiayaan Daerah atau Penerima Pembiayaan Daerah sebesar Rp.532,6 Milyar mengalami kenaikan sebesar Rp.532,6 Milyar mengalami kenaikan sebesar Rp.11,2 Milyar atau 2,16 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.521,3 Milyar.

“Pembiayaan Daerah terdiri dari yaitu sisa dana bencana dari Magelang sebesar Rp.1 Milyar ,sisa dana bantuan dari Propinsi tahun 2019 sebesar Rp.240 juta ,sisa dana bantuan dari Propinsi tahun 2018 sebesar Rp.294 juta ,sisa dana hibah APBN untuk bencana satu tahun sebesar Rp.516,7 Milyar ,sisa dana bencana dari Kota Batam sebesar Rp.3,058 Milyar ,sisa dan bantuan keuangan Pusat Dana Desa tahun anggaran 2019 sebesar Rp.2,029 Milyar ,sisa bantuan keuangan alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019 Rp.729,8 juta ,sisa dana DAK Bidang Perumahan 2018 dan 2019 sebesar Rp.2,77 Milyar ,dan sisa dana DAK tahun sebelumnya sebesar Rp.5,75 Milyar ,”ungkap Kasman Lassa.

Keempat ,Pembiayaan Netto sebesar Rp.532,6 Milyar mengalami kenaikan sebesar Rp.13,2 Milyar atau 2,56 persen dari anggaran sebelumnya sejumlah Rp.128,5 Milyar.

Kelima ,Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan sebesar Rp.0 Rupiah.

Namun demikian ,sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Donggala adalah salah satu wilayah di Propinsi Sulawesi Tangah yang terdampak langsung oleh kejadian bencana alam khususnya berupa gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 silam.

“Nilai total kerugian daerah akibat bencana tersebut untuk sementara diperkirakan mencapai angka sebesar Rp.2,2 Trilyun ,”ungkap Kasman Lassa.(NP)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp