Hukum KriminalNasionalSultengViral

Bupati Poso Kaget ” Ada Ekskavasi Benda Purba di Area Situs Megalitik Tadulako Kecamatan Lore Tengah “

Poso,Nuansapos.com – Ekskavasi peninggalan purbakala megalitik di areal Patung Tadulako dan Pada Hadoa, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah semakin menggila.

Penggalian di wilayah situs dengan perkiraan usia antara 5000 hingga 2500 tahun Sebelum Masehi (SM) itu membuat Bupati Poso, Verna Gladies Inkiriwang terkejut dan langsung bereaksi.

” Waduh, saya baru dengar ini ,” ujarnya.

Selanjutnya Bupati langsung memerintahkan supaya semua kegiatan yang berkaitan dengan penggalian di wilayah situs tidak boleh dilakukan secara sepihak atau tanpa sepengetahuannya sebagai kepala wilayah.

” ini tidak boleh lagi terjadi, saya minta segera bikin surat edarannya ,” tegas Bupati seraya menginstruksikan kepada salah satu personal dinas untuk membuat surat edarannya, Sabtu (12/02/2022) kemarin.

Penelusuran Nuansapos menyebutkan, ekskavasi situs di lembah Behoa Kecamatan Lore Tengah sudah lama berlangsung.

Informasi terkini dilakukan pada bulan Mei – Juni oleh pihak yang menamakan diri sebagai Arkeologi dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara yang diakomodir oleh seseorang bernama Yuniawati Umar.

Adapun kedalaman penggalian yang dilakukan pihak Balai Arkeologi Sulawesi Utara di masing-masung situs berkisar antara 60 Cm hingga kedalaman 1,60 cm.

Dalam sebuah presentasenya para penggali benda-benda purba itu menyebutkan.

” Penggalian di dataran tinggi Lembah Behoa merupakan tahap mengenal budaya megalitik di lembah Behoa dalam konteks dan kronologi Arca-arca serta penyelamatan kubur tempayan batu”

Mengenai penggalian benda-benda purba di Lembah Behoa sendiri sebenarnya bukan baru kali ini terjadi.

Beberapa tahun silam, awak media ini pernah menemukan salah satu kelompok orang yang datang dari luar Sulawesi Tengah.

Menurut kelompok ini mereka adalah dosen dan mahasiswa dari sebuah Perguruan Tinggi ternama di Jakarta.

Dalam kegiatannya, mereka banyak meng-ekskavakasi gerabah-gerabah tanah yabg digali dari Desa Lempe – Hangira, Lembah Behoa.

Alasannya untuk di teliti, benda-benda peninggalan purbakala itu kemudian di bawa ke Jakarta, namun hingga berita ini diturunkan tidak ada hasil penelitian yang bisa diperoleh dari kegiatan tersebut.

Akibat silih bergantinya orang yang datang melakukan penggalian di wilayah situs dengan dalil penelitian membuat gerabah-gerabah tanah peninggalan purbakala di Lembah Behoa semakin terancam.

Gerabah – gerabah yang dulunya masih dengan mudah ditemukan, saat ini semakin langka dan dipastikan akan segera punah sama sekali.

Kegiatan mengatas namakan penelitian di lembah Behoa sendiri diduga hanya sebagai modus yang tujuannya bisa saja hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok.

Semisal hanya untuk mengejar gelar atau sertifikat atau bisa jadi hanya dimanfaatkan untuk memperoleh material purba yang kemudian dibisniskan di Black Market atau bisnis di pasar gelap.

Puing-puing gerabah tanah yang berhasil ditemukan penggali dari area penggalian di Lembah Behoa Mei – Juni 2021 lalu.

Sekaitan dengan penggalian di Lembah Behoa pada Mei – Juni 2021 kemarin.

Pihak Kesbangpol Kabupaten Poso yang dihubungi media ini mengaku tidak mengetahuinya.

” Tidak ada penyampaian masuk ke kami ,” ungkap Mukhtar, SH Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kabupaten Poso, Minggu (13/02/2022) malam tadi.

Ditanya soal prosedur resmi sebuah penelitian di Kabupaten Poso di tegaskannya.

” Harusnya disampaikan dulu ke kami karena kami yang mengeluarkan rekomendasi perijinannya ,” tegas Mukthar seraya berjanji akan menindaklanjuti kegiatan yang telah terjadi di wilayah Lembah Behoa, Kecamatan Lore Tengah tersebut .

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp