Dugaan Asusila, Bila Das Terpilih, Amdjad Berpeluang Jadi Bupati

0
666

JAKARTA, Nuansapos.com – Tensi suhu pertarungan tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Poso kian meningkat menjelang Pilkada 9 Desember 2020.

Tokoh Masyarakat Poso di Jakarta Rudy S.Pontoh mengatakan, sengitnya perebutan kursi Bupati di Poso mengerucut pada dua pasangan yakni Verna-Yasin dan Das-Beramal.

“Bukan mau mengesampingkan pasangan Samsuri-Tony, tapi survey menunjukan terjadi persaingan sangat sengit antara Verna-Yasin dan Das-Beramal,” ujar Rudy dalam keterangannya di Jakarta baru-baru ini.

Meski demikian, Rudy mengatakan, bila Das atau Darmin terpilih, maka calon wakil bupati Amdjad Lawasa berpeluang naik menjadi Bupati Poso di tengah jalan.

Pasalnya, sejumlah kasus dugaan asusila sedang membelit Darmin A.Sigilipu.
“Tentu peluang Amdjad menjadi Bupati terbuka, kalau pasangan Das-Beramal terpilih. Sebab, Darmin tidak bersih-bersih juga dari dugaan tindakan asusila. Ini berpeluang dimainkan oleh siapa saja, di tengah jalan,” ujar Rudy.

Sebab itu, Rudy yakin pemilih Darmin saat ini semakin ragu-ragu mencoblos pasangan nomor dua tersebut. Sebab, peluang Amdjad untuk menjadi Bupati akan semakin terbuka menggantikan Das di tengah jalan.

Rudy mengatakan, segmen pemilih Das dan Verna tidak jauh berbeda. Sebagian besar pemilih Nasrani dan Pamona Bersaudara memilih kedua calon bupati itu. “Kedua calon bupati ini memperebutkan segmen yang sama ini,” ujar dia.

Sebab itu, kata dia, dengan terbukanya Amdjad menjadi Bupati, maka pemilih Das berpeluang akan berbondong-bondong berpindah ke Verna-Yasin.

“Sebab, pemilih Das akan merasa lebih aman memilih Verna daripada Darmin. Sebab, Verna bersih dari kasus apapun. Kalau dia terpilih, dia akan menjadi Bupati bertahan sampai selesai. Ini bedanya dengan Darmin. Darmin sangat rawan di tengah jalan. Bisa dijatuhkan di tengah jalan sebab ada kasus serius. Sedangkan Yasin, loyalitasnya sudah teruji kepada keluarga Inkiriwang dan tidak punya agenda-agenda politik pribadi,” ucap Rudy.

Lebih dalam Rudy menambahkan, posisi Das sangat rawan bila terpilih. Sebab rata-rata Kepala Daerah tumbang di tengah jalan karena dugaan asusila.

“Ada kasus Aceng Fikri, di Ngatingan Kalteng, dan banyak lagi karena asusila. Jadi, ini peluang besar bagi Amdjad menjadi Bupati ke depan. Beliau mau turun jadi calon wakil bupati dari calon bupati pada 2014 lalu. Sebab, mantan sekda ini cerdas melihat peluang. Sah-sah saja dalam politik,” pungkasnya.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here