Gugatan Hance Yohanes Rp4,9 M Kepada Bupati Parimo Melalui PN Parigi Dikabulkan

0
994

Laporan : Sumardin Husain wartawan Senior NP

PARIMO, nuansapos.com | Perkara gugatan ‘Hutang Piutang’ antara Hance Yohanes (penggugat) VS Samsurizal Tombolotutu (tergugat) akhirnya telah memasuki agenda putusan dengan mengembalikan uang sebesar 4,9 milyar.


Selain mengembalikan uang Rp4,9 milyar, Sidang agenda putusan yang digelar, Rabu (5/2) di Pengadilan Negeri (PN) Parigi, tergugat beserta turut tergugat dihukum membayar ganti rugi immaterial sebesar 3 persen atau Rp24 juta lebih untuk setiap bulan sesuai Undang-undang yang dihitung sejak 25 Agustus 2019 sampai dengan tergugat dan turut tergugat melunasi hutang kepada penggugat.

Selanjutnya berdasarkan petitum PN Parigi, telah mengabulkan gugatan Penggugat Hance Yohanes untuk seluruhnya, serta menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan. Kemudian, menyatakan sebagai hukum perjanjian lisan antara penggugat dan tergugat dan turut tergugat sah menurut hukum serta telah melakukan perbuatan Wan Prestasi.

Sesuai pantauan sejumlah media saat persidangan digelar, dimana majelis punya persangkaan umum adanya perjanjian lisan antara Hance dan Samsurizal dengan menimbang adanya bukti komunikasi dengan kode Babe serta adanya bukti transferan kepada turut tergugat.

Selain itu dalam fakta persidangan juga, tergugat dan turut tergugat tak dapat memberikan bukti sanggahan atas sejumlah saksi yang dihadirkan penggugat.

Bahkan pinjaman dana kepada penggugat untuk digunakan tergugat dalam keperluan Pilkada beberapa tahun lalu tak dapat terbantahkan.

Diketahui, Samsurizal Tombolotutu yang saat ini sebagai Bupati aktif Kabupaten Parigi Moutong sebagai tergugat, serta turut tergugat atas nama Niko Rantung, Teguh Arifianto Alias Yanto, Hendra Bangsawan, Irfan Sukri, Charisan Natalia Nelwan, Deny dan Nurfajri yang disebut sebut penerima transferan dari penggugat dalam fakta persidangan.

Perkara antara Hance dan Samsurizal Cs ini sudah bergulir sejak Jumat 30 Agustus tahun 2019. Bahkan hingga agenda pembacaan putusan nomor perkara 28/Pdt.G/2019/PN Prg, sebelumnya telah melewati beberapa kali mediasi.

Namun agenda yang telah dijadwalkan tersebut kedua prinsipal tak hadir sehingga mediasi dianggap gagal serta tak membuahkan hasil.

Sementara, penasehat hukum penggugat Hartono Taharudin, usai dilaksanakannya agenda sidang putusan mengatakan, meski gugatan kliennya dikabulkan sebagian oleh PN setempat, pihaknya masih menunggu 14 hari upaya hukum lainnya.

“Apakah penggugat maupun tergugat melakukan upaya hukum lain, nanti kita di 14 hari ini. Kami tidak tahu upaya hukum yang akan diambil, namun kemungkinan besar mereka akan banding,” tutur Hartono.

Sedangkan penasehat tergugat dan turut tergugat usai pelaksanaan sidang tersebut, tak dapat dimintai keterangan, karena langsung bergeser dari PN Parigi.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here