Hasil Tinjauan DLHD Morowali, Air Bersih Warga Bete-Bete Kena Dampak Aktivitas Tambang PT.HM

0
303

Morowali NP
Usai diberitakan media ini beberapa hari lalu soal air bersih warga Desa Bete-Bete yang menguning dan campur lumpur, langsung ditindaklanjuti Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Morowali.

Hasilnya pun memiris hati, penyebab air bersih yang sudah 2 bulan menguning dan campur lumpur itu, dimana dengan terpaksa dipakai warga untuk kebutuhan rumah tangganya sehari-hari, ternyata kena dampak aktivitas tambang PT.Hengjaya Mineralindo (HM).

“Kami sudah turunkan Tim dilokasi dan hasil yang disimpulkan memang akibat dampak aktivitas tambang HM disana (Desa Bete-Bete),” Jelas Kadis LHD Morowali Andi Kaharuddin ST, MT kepada sejumlah wartawan saat dikonfirmasi diruang kerjanya (11/05/2021).

Hasil tersebut disimpulkan berdasarkan tinjauan tim DLHD Morowali dilokasi sumber air bersih warga yang terdampak, dan benar adanya akibat dari aktivitas tambang HM yang sedang melakukan pembangunan jalan holling.

Saat itu (06/05/2021), tim yang dipimpin Kabid Pengendalian bersama Kabid Penataan serta sejumlah staf DLHD Morowali terjun langsung ke-titik sumber air bersih warga untuk memastikan kebenaran sesungguhnya.

“Benar adanya dampak itu ada dimana penyebab keruhnya air bersih warga akibat pembangunan jalan holling dan sudah dikonfirmasi ke management HM secara lisan supaya betul-betul diperhatikan masalah lingkungan karena disitu masyarakat terganggu,” ungkap Andi.

Untuk saat ini DLHD Morowali belum dapat memastikan, apakah air bersih tersebut tercemar atau tidak. Karena kepastian itu harus berdasarkan hasil laboratorium. Namun secara kasat mata telah terjadi perubahan rona warna air yakni menjadi keruh akibat dari aktivitas tambang HM.

Menindaklanjuti temuan tersebut, DLHD sedang menyusun sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan ke management HM untuk meminta pertanggungjawaban atas kondisi air bersih yang di alami warga, bahkan bisa berbuntut sanksi bila tak di indahkan.

“Habis lebaran kita akan tindaklanjuti, rekomendasi sementara disusun oleh pak Kabid. Kita akan undang perusahaan untuk minta pertanggungjawaban. Kalau ada dampak harus bertanggung jawab dong,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Management HM Firman yang dikonfirmasi Sabtu malam (15/05/2021), via What’s Apps (WA) di No.0823-3111-xxxx, tak banyak memberikan penjelasan.

“Wass, baiknya tanya ke DLH karena ada Berita Acara yang di keluarkan oleh instansi terkait,” tulisnya singkat.

Saat wartawan media ini coba pertanyakan secara detail, termasuk tanggungjawab perusahaan atas kondisi tersebut. Tak lagi mendapat balasan, padahal tampak central dua biru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here