Jalan Antara Ibu Kota Kecamatan Poso Pesisir Selatan Dengan Dua Desa, Sangginora Dan Dewua Masih Lumpuh Total

0
1346

POSO NP – Akses jalan trans Kabupaten Poso, yang menghubungkan antara ibu kota Kecamatan Poso Pesisir Selatan (Desa Tangkura.red) dengan dua desa bertetangga yakni Desa Sangginora dan Desa Dewua, masih belum bisa dilalui, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat, akibat banyaknya titik longsor dan adanya beberapa badan jalan yang ambruk ke tebing sisi jalan.


Kondisi ini terjadi, dampak adanya curah hujan deras dengan durasi hampir semalaman di wilayah kecamatan tersebut, mulai hari Rabu petang 29 April hingga Kamis subuh 30 April 2020, pekan kemarin.

Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Poso Pesisir Selatan Simon Tiolemba S.P, M.Si saat dikonfirmasi melalui sambungan nomor telepon genggamnya, Senin petang (04/04/2020), sekira pukul 18.00 wita.

“Iya benar, hingga hari ini, terhitung mulai hari Kamis minggu kemarin, belum bisa tembus dilalui, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat, tapi upaya perbaikan jalan tengah dikerjakan oleh pihak Dinas PU Provinsi Sulteng, dengan melibatkan tiga unit alat berat dengan target pengerjaan dua minggu kedepan,” akunya.

 

Kalau pun ada yang tembus warga dari dua desa tersebut ucap Simon menambahkan, mereka harus ambil resiko dengan berjalan kaki, sejauh puluhan kilometer, dengan kondisi jalan yang banyak terhalang material longsor berupa tanah, kayu dan bebatuan.

“Ada warga yang tembus dengan jalan kaki sejauh dua puluhan kilometer. Memang kondisi ini sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius,”ucapnya.

Diakuinya juga, hingga saat ini warga dari dua desa tersebut, belum disentuh bantuan akibat dampak dari peristiwa ini.

“Kalau bantuan hingga hari memang belum ada yang masuk, tapi sudah surat permohonannya yang disampaikan ke pihak Pemda Poso, melalui Dinas Sosial. Muda-mudahan bisa segera direalisasikan. Mengingat yang paling mendesak adalah kebutuhan untuk balita dan lansia berupa susu dan obat-obatan,”tutur Simon.

Simon juga turut prihatin, terkait soal adanya satu warga Desa Patiwunga bernama Meikson Me’ode, yang hilang terseret arus sungai puna dan hingga kini belum diketemukan.

“Semoga keberadaannya segera diketemukan dan kepada keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.(NP06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here