Keterlaluan !!!Korban Dugaan Malpraktek RSUD Poso Sekarat, Tinggal Tulang Terbalut Kulit !!!

0
1898

“Pejabat Poso kunci mulut, tidak bersedia menanggapinya”

Palu NP – Alfrid alias Fendi (18) warga Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah saat ini masih tergeletak kaku dan tidak bisa bergerak banyak.


Kondisinya semakin kritis dan memprihatinkan, tubuhnyapun semakin kurus  tinggal tulang terbalut kulit.

Untuk makan, minum dan buang air besar semua harus bergantung dari keluarganya.

Mira, Kakak korban, menunjukan foto-foto indikasi terjadinya malpraktek yang dilakukan RSUD Poso

Penderitaan Alfrid itu sendiri diduga akibat salah penanganan medis atau Malpraktek yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso waktu dia menjalani operasi pasca kecelakaan yang dialaminya bulan April 2019 lalu.

“Awalnya adik saya kecelakaan trus dirujuk ke RSUD Poso, dokter bilang bagian dada sebelah kanannya harus di operasi karena mengalami pendarahan di bagian dalamnya,” jelas kakak korban Mira Lasirima mengawali kisah penderitaan adiknya tersebut.

Pasca operasi itu Fendi sendiri sempat membaik dan mengikuti ujian semester di sekolahnya namun beberapa waktu kemudian kembali kambuh dan kejang-kejang. Terjadi pembekakan dan pembusukan di bagian bekas jahitan operasi sehingga pihak keluarga akhirnya membawa korban ke RSUD Poso lagi.

“Selesai di operasi kondisinya mulai baik dan sempat mengikuti ulangan namun tak berapa lama kemudian kesehatannya drop dan kami larikan lagi ke rumah sakit,” tambah Mira.

Sampai disini Fendi kembali di operasi setelah itu dia di perbolehkan pulang dan rawat inap di rumah. Namun tak cukup sepekan kondisi kesehatan Fendi menurun, perutnya mengalami bengkak seperti orang sedang hamil besar dan lagi-lagi harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan dimana tim medis kemudian menyimpulkan adanya pelengketan di bagian limpanya. Namun setelah di operasi hasil diagnosa itu keliru, pihak medis tidak menemukan pelengketan yang dimaksudkan tersebut.

“Usai operasi perutnya mengalami bengkak seperti orang hamil menurut dokter ada cairan dan pelengketan di bagian limpa tapi setelah di operasi dugaan dokter itu ternyata keliru dan bekas jahitan operasi yang hanya di buka setengahnya itu kemudian di tutup kembali,” sergahnya.

Diduga karena sudah kewalahan dan khawatir terhadap kondisi Fendi yang semakin kritis pihak RSUD Posopun akhirnya merekomendasikan agar Fendi di rujuk ke Palu saja. Namun karena kondisinya yang sudah semakin memburuk sehingga pihak medis rumah sakit Palu hanya bisa menyarankan merujuk korban ke Makassar.

Sampai di Makassar Fendi akhirnya diperiksa,  dokter di sana ternyata tidak menemukan adanya cairan atau pelengketan limpa sesuai hasil diagnosa dan yang sudah beberapa kali di operasi dan di buka tutup jahitannya tersebut.

“Hasil pemeriksaan dokter di Makassar  membantah hasil diagnosa dokter di Poso, tidak ada pelengketan limpa sementara korban sudah di operasi, sudah di buka tutup jahitannya,” kesal Mira seraya meminta agar RSUD bertanggungjawab atas keteledoran atau kemungkinan Malpraktek terhadap adiknya Fendi yang saat ini sudah di kembalikan dari Makassar ke Watuawu dalam kondisi yang semakin kritis dan memprihatinkan tersebut.

Direktur RSUD Poso, Hasmar Massalindri (kanan) jalan bareng Bupati Poso, Darmin Sigilipu dalam acara Bupati apresiasi RSUD Poso raih akreditasi dalam tempo 6 bulan (Ft.Antara) 

Sementara 2 pejabat yang paling bertanggungjawab atas dugaan insiden Malpraktek atas kasus yang menimpa Fendi,  masing-masing Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, dr. Taufan Karwur dan  Direktur RSUD Poso, dr.Hasmar Massalindri kunci mulut dan tidak bersedia memberikan tanggapannya.

Kadis Kesehatan Poso, Taufan Karwur (Ft. Mall)

Saat dihubungi Nuansa Pos tidak mau mengangkat telepon genggamnya demikian pula pesan konfirmasi yang di kirim lewat Watsaapnya pada Rabu (4/12) juga tidak ditanggapinya (NP05)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here