Menikah Diusia Muda, Potensi Cerai Sangat Tinggi
Kapus Diklat BKKBN, Lalu Makripudin menyampaikan sambutan saat Sosialisasi AKIE Program Bangga Kencana bersama di rumah dataku, Kampung KB Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. (F-ist)
PALU, NP — Kepala Pusat (Kapus) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencan Nasional (BKKBN), Lalu Makripudin, mengajak pasangan usia subur (PUS) di Kota Palu melakukan perencanaan dalam kehidupan berkeluarga, dimulai dari merencanakan pernikahan dan tetap ber-KB menggunakan alat dan obat kontrasepsi.
Ia menekankan, agar remaja menghindari pergaulan bebas dan mengontrol aktivitas anak dalam penggunaan teknologi informasi. Menurutnya, semakin muda anak menikah, semakin besar kemungkinan untuk bercerai, untuk itu, segala sesuatunya harus direncanakan, termasuk penikahan.
Ia pun menyarankan usia ideal menikah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki atas pertimbangan dari sisi kesehatan dan psikologi.
“Hindari menikah karena bencana, tekankan pada remaja untuk menghindari pergaulan bebas, jika menggunakan hp (smartphone) awasi mereka,” tegas Lalu Makripudin saat Sosialisasi Advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (AKIE) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama di rumah dataku, Kampung KB Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Selasa (8/12/2020).
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, mengatakan, permasalahan dan tantangan dihadapi BKKBN masih banyak, sehingga salah satu upaya dilakukan adalah dengan memperkuat kemitraan.
“BKKBN tak bisa jalan sendiri. Tentu perlu dukungan kemitraan. Salah satunya adalah dari DPR,” kata Kaper Maria Ernawati.
Kesempatan sama, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Anwar Hafid, diwakili Tenaga Ahli, Mohammad Taufan, berpesan kepada seluruh masyarakat di Sulteng untuk meningkatkan pola hidup bersih dan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.
”Pak Anwar (Anwar Hafid) berpesan kepada bapak dan ibu agar beradaptasi dengan tatanan dan kebiasan baru dengan melakukan hal positif dan perilaku 3M agar tetap produktif ,” ujarnya.
Hadir dalam sosialisasi itu, Plt Kepala Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Palu, Katrin A Ponomban, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan DP2KB Kota Palu, I Komang GD Woliantara S. (NL)