Pilkada Poso, Dibayangi Zona Merah Lonjakan Covid-19

0
91

POSO, Nuansapos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah memastikan pelaksanaan pemungutan suara dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) serentak pada Rabu (9/12) dilaksankan dengan protokol kesehatan sangat ketat.

Ketua KPU Kabupaten Poso, Budiman Maliki, mengatakan seluruh petugas penyelenggara sudah menjalani rapid test atau tes cepat dengan hasil non-reaktif. Bahkan kata dia, nantinya semua tempat pemungutan suara (TPS) juga akan dilengkapi sarana cuci tangan serta alat perlindungan diri baik bagi petugas penyelenggara maupun pemilih.

“Semua langkah-langkah dan upaya KPU terkait dengan ketakutan dan kekhawatiran dalam hal penularan Covid-19 , mudah-mudahan itu tidak terjadi untuk pemilihan serentak 2020 di Kabupaten Poso ini,” ujar Budiman.

Ditambahkannya, KPU Kabupaten Poso menargetkan partisipasi pemilih dalam pilkada serentak tahun ini dapat mencapai minimal 77,5 persen. Pada pemilu 2019, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Poso mencapai 89 persen.

Ada 158.646 warga kabupaten Poso yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dijadwalkan akan memberikan suara mereka untuk memilih gubernur dan wakil gubernur, juga bupati dan wakil bupati Poso di 510 TPS yang tersebar di 142 desa dan 28 kelurahan.

Kasus Covid-19 Masuk Zona Merah

Pilkada serentak di Kabupaten Poso dibayangi dengan peningkatan kasus infeksi virus corona dalam tiga pekan terakhir. Sehingga ditelah masuk dalam kategori zona merah.

Dokter Masalindri Hasmar, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Poso kepada VOA mengatakan seluruh kapasitas tempat tidur di ruangan isolasi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit itu telah terisi.

“Ternyata (jumlah) pasien sekarang ada lonjakan. Jadi kita (kami) punya kapasitas tempat tidur sebenarnya cuma sembilan tempat tidur, akhirnya ada ruangan sendiri yang untuk pasien- suspect itu, juga sudah kita jadikan sebagai ruangan untuk pasien terkonfirmasi,” ujar Masalindri Hasmar ketika dihubungi pada Senin (7/12).

Diakuinya pihaknya terus memperbaiki sistem triase atau sistem untuk menentukan atau menyeleksi prioritas pasien yang didahulukan untuk mendapat penanganan. Perbaikan sistem triase sudah dilakukan sejak pasien berada Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendeteksi sejak dini gejala pada pasien mengarah ke Covid-19.

Kendala lainnya, kata dokter Hasmar, adalah rumah sakit kekurangan tenaga kesehatan karena sebagian dari mereka, terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19.

“Itu yang jadi permasalahan saat ini. Jadi kita bagi-bagi shift, ada yang masuk, ada yang tidak masuk,” jelas dokter Hasmar.

Menurutnya dalam tiga minggu terakhir, jumlah tenaga kesehatan di RSUD Poso yang terpapar Covid-19 sebanyak 20 orang, terdiri dari perawat, tenaga farmasi, dan tenaga laboratorium.

Rumah Sakit Darurat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, Dokter Taufan Karwur, menjelaskan untuk menangani lonjakan kasus Covid-19, pemerintah setempat telah membuka kembali rumah sakit darurat di Hotel Wisata berkapasitas 27 kamar. Rumah sakit darurat itu hanya berjarak 700 meter dari RSUD Poso.

Menurut Dokter Taufan, ada total 236 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Kabupate Poso sejak awal pandemi merebak pada pertengahan April 2020 hingga saat ini.

Kemudian yang masih kasus aktif, artinya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri hari ini (Senin, 7 Desember) itu, 80 (orang),” jelas Taufan Karwur. Lonjakan kasus Covid-19 di Poso bersumber dari sejumlah klaster termasuk dari kantor pemerintah dan rumah tangga.

Data terakhir yang dirilis oleh Pusat Data Informasi Bencana (PUSDATINA) Covid-19 Sulawesi Tengah pada Senin (7/12) menyebutkan total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi itu sebanyak 2.197 kasus. Pasien yang pulih sebanyak 1.348 atau 61,36 persen, sedangkan 78 orang atau 3,55 persen meninggal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here