Meski Dicekik, Siska Tetap Pertahankan Rumah Tangganya

0
555

PALU NP  – Siska Binti Sage (22) selaku termohon melakukan tambahan jawaban (Eksepsi) terhadap permohonan cerai talak dari suaminya Bakri Bin Baharuddin, didalam perkara nomor 152/Pdt.G/2020/PA, di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Palu, Jalan WR Supratman.

Termohon Siska beralamat di Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Birobuli, Kecamatan Palu Selatan, mengajukan tambahan jawaban Eksepsi Rekonvesi yang disidangkan di Pengadilan Agama Palu.


Kuasa hukum Siska, Sjaifuddin Syam SH MH, didalam konvensinya mengatakan termohon sering mencemburui pemohon (Suaminya) memiliki hubungan dengan wanita lain, karena pemohon sering menyembunyikan kartu sim card handpone yang digunakan.

“Bukan itu saja, kelakukan pemohon (Suaminya) sering pulang ke rumah larut malam bahkan jarang pulang ke rumah,” ungkapnya.

Kata dia, padahal sebagai istri yang hanya ikut suami merantau ke Palu dan menginginkan rumah tangga tetap utuh. Tetapi pemohon merespon itu dengan marah-marah, bahkan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan mencekik termohon.

“Namun istrinya tidak melaporkan pidana KDRT yang dapat dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp15 Juta sesuai Pasal 44 Ayat 1 UU KDRT, karena termohon (istri) menginginkan rumah tangga tetap utuh, tapi apabila pemohon bersikeras ingin cerai maka termohon akan melaporkannya ke pihak berwajib,” ungkapnya lagi.

Dia mengatakan, dalil pemohon hanya rekayasa memuluskan cerai talak ini sebab adanya wanita idaman lain bernama Suci Putri sebagai Perebut Laki Orang (Pelakor), dan pemohon sudah satu kos dan menjanjikan untuk menikahi setelah cerai.

“Sehingga dari perbuatan pemohon (Suaminya) dengan Pelakor Suci Putri akan dilaporkannya ke kepolisian dengan laporan Perzinahan pasal 284 KUHPidana dengan ancaman 9 bulan penjara,” terangnya.

Menurutnya, kebenaran dalil termohon ini sehingga Ketua Majelis Hakim Pengadilan Agama Palu memeriksa perkara ini dengan menarik kesimpulan kebenaran yang sebenarnya dari kedua versi argumentasi antara dalil pemohon dengan termohon.

“Karena termohon (Istrinya) scara tegas menolak permohonan cerai talak yang diajukan pemohon, demi bertanggungjawab yang telah mebawa temohon ke Palu, dan khususnya perkembangan anak dikemudian hari apabila sangat membutuhkan bimbingan seorang ayah,” pungkasnyA (Sinarsulteng.com/NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here