Hukum KriminalNasionalSultengViral

Pemukulan Ketua BPD Masani Masih Menggantung

Menerima pukulan pelaku, korban langsung terjungkal dan sempat tidak sadarkan diri lagi.

Poso,Nuansapos.com – Tindakan pemukulan Perangkat Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir inisial DM  terhadap Ketua BPD Masani, Ostin Sao masih  menggantung.

Hingga kini tidak ada kejelasan penanganan kasus tersebut, semua pihak  terkesan saling melempar tanggung jawab.

Dari keterangan yang dihimpun media ini, pemukulan terhadap Ostin itu bermula saat pertemuan membahas soal anggaran lomba desa yang dihelat di kantor desa Masani bulan Maret 2021 lalu.

Masih dari sumber yang sama mengatakan, saat pertemuan yang ikut dihadiri oleh Kepala Desa Masani, Jems Krening Gerura itu Ostin sebagai Ketua BPD menegur pelaku yang dinilainya tidak berlaku sopan saat menyerahkan sebuah berkas dengan cara membanting ke meja salah satu peserta rapat.

Pelaku yang tidak terima kemudian terlibat adu mulut dengan korban yang kemudian langsung meninju korban hingga terjungkal dan sempat tidak sadarkan diri.

Akibat perbuatan pelaku, bagian wajah korban mengalami benjol dan mengeluarkan darah.

Ironisnya baik Polmas maupun pihak Kecamatan tidak mau memproses laporan korban.

“Saya sudah laporkan tapi mereka bilang kembalikan untuk di urus di desa,” ujar Ostin kepada Nuansapos.com yang menghubunginya, Jumat (12/11) sekitar pukul 10 malam tadi.

Ditanya apakah persoalannya tersebut sudah pernah di urus secara kekeluargaan  menurut Ostin sudah pernah di atur di lembaga adat setempat.

Sayangnya putusan lembaga adat dinilainya tidak adil sebab lembaga itu justru ikut menyalahkannya.

“Katanya saya juga salah karena duluan menegur dan memukul padahal banyak saksi yang liat kejadiannya tidak seperti itu. Apalagi saya kan hanya seorang perempuan bagaimana bisa saya memukul seorang pria sekuat laki-laki DM yang nota bene adalah laki-laki?”  ujarnya.

Atas putusan lembaga adat tersebut baik Ostin maupun suaminya mengatakan tidak terima dan masih tetap akan mempersoalkannya hingga mendapat keadilan sesuai tindakan dan perlakuan yang diterimanya.

“Sampai sekarang tidak ada penyelesainnya dan kami tetap tidak terima,” timpal korban seraya menutup telepon genggamnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp