Rakor TPID Sulteng, Inflasi di Sulteng Masih Terkendali

0
505
Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola saat membuka rakor TPID Sulteng di Hotel Santika, Selasa (16/7/2019).(F-humasprov)

PALU, NP – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si secara langsung membuka rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tengah bertempat di Hotel Santika, Selasa 16 Juli 2019
Gubernur menyampaikan rapat koordinasiTPID Sulawesi Tengah yang dilaksanakan difokuskan untuk merespon tingkat inflasi bulan Juni 2019 yang mencapai 0,96% (MTM) atau 5,23% (YOY) sekaligus mempersiapkan diri untuk melaksanakan rapat koordinasi nasional TPID yang akan diselenggarakan pekan ke-4 bulan Juli 2019 di Jakarta dengan tema “sinergi dan inovasi pengendalian inflasi untuk penguatan ekonomi inklusif”


Rakornas TPID merupakan sebuah forum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan antara pusat dan daerah dalam upaya menciptakan stabilisasi harga pada umumnya dan pengendalian inflasi pada khususnya
Menurut gubernur berdasarkan data inflasi bulan Juni terutama disebabkan oleh meningkatnya subkelompok ikan segar sebesar 15,17% dan tarif angkutan udara sebesar 4,35%, meningkatnya harga subkelompok ikan segar disebabkan oleh relatif menurunnya hasil tangkapan ikan seiring dengan kondisi cuaca yang tidak kondusif. beberapa komoditas ikan segar yang memiliki andil tertinggi terhadap inflasi pada bulan Juni 2019 yaitu ikan Selar sebesar 0,27% ikan cakalang 0,15% dan ikan kembung 0,15%.
“ Tarif angkutan udara pada bulan Juni masih cenderung naik untuk pesawat kelas low cost carrier namun untuk harga tiket kelas full service sudah mengalami penurunan akibat regulasi penurunan batas atas harga tiket sehingga tarif angkutan udara memberikan andil sebesar 0, 18%,” ungkap Gubernur Longki.
Pada bulan Juni juga terdapat beberapa sub kelompok komoditas yang menyumbangkan deflasi selaras dengan meningkatnya jumlah pasokan di pasar, harga komoditas sayur seperti kangkung, tomat dan bayam mengalami penurunan sebesar -5,29% selain itu bawang merah juga mengalami penurunan harga sebesar -7,51% dan beras -0,01%
Berdasarkan hal tersebut lanjut gubernur, prospek inflasi IHK tahun 2019 diperkirakan masih terkendali pada rentang 3,4-3,6% yang mana masih sesuai dengan target inflasi nasional, namun masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya implementasi roadmap TPID 2019-2021 yang telah disetujui sebelumnya, harga komoditas administered price yang masih cenderung tinggi dan fluktuasi bahan makanan seperti ikan segar dan bumbu-bumbuan yang juga tinggi.
Hadir pada kesempatan itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Biro Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Tengah serta para kepala dinas, badan, kantor instansi dan Kepala biro lingkup Provinsi Sulawesi Tengah selaku anggota tim pengendalian inflasi daerah Sulawesi Tengah dan lembaga terkait lainnya.(NP)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here