4 Bulan Terkatung – Katung Ketua DPRD Morut Akhirnya Dilantik

0
290

MORUT NP Tarik ulur pelantikan Ketua DPRD Morowali Utara yang sempat terkatung-katung hingga sekira 4 bulan berakhir sudah.

Penetapan paripurna DPRD Morowali Utara yang dipimpin Ketua sementara DPRD Morut, Idham Ibrahim serta dihadiri Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate dan Wabup Morut, Asrar Abd Samad pada Senin (10/2) sekitar pukul 2 siang kemarin akhirnya bersepakat menetapkan Hj. Megawati Ambo Asa, S.IP sebagai ketua definitif DPRD Morut untuk masa bhakti 2019 – 2024 mendatang.

Penetapan Megawati sebagai Ketua DPRD itu sendiri tidak di hadiri Bupati Morowali Utara yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Ir. Atripel Tumimomor namun demikian dia tetap mengutus Sekretaris Daerah Morowali Utara,  Musda Guntur untuk menghadiri pelantikan tersebut.

“Bupati tidak sempat hadir karena sedang tugas keluar daerah,” kata Guntur kepada Nuansa Pos usai pelantikan berlangsung.

Atripel sendiri beberapa waktu sebelumnya sudah dicopot dari posisinya sebagai Ketua DPD II Golkar Morowali Utara karena dinilai membangkang terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Catatan redaksional yang dihimpun Nuansa Pos dari sejumlah sumber menyebutkan penyebab Atripel dicopot dari posisinya itu berawal sejak partai yang sebelumnya dipimpinnya berhasil memperoleh suara terbanyak  pada pesta demokrasi 2019 kemarin.

Sebagai partai pemenang secara otomatis pihaknya berhak menduduki posisi sebagai Ketua di DPRD Morowali Utara dimana kemudian Atripel menginginkan koleganya  Hj. Warda Dg. Mamala, SE yakni kader dari partai Hanura yang hijrah karena diajaknya bergabung di Golkar yang dilantik sebagai ketuanya.

Namun keinginan Atripel itu ditolak  DPD I Sulteng dan DPP Golkar yang kemudian merekomendasikan 1 nama untuk dilantik yakni Hj. Megawati Ambo Assa.

Alasan DPP karena Megawati adalah kader murni Golkar dan pengurus DPD II Golkar Morowali Utara.

Nama Megawati sendiri rupanya tidak berkenan dihati Atripel, dia tetap bersikeras mempertahankan  koleganya Hj. Warda Dg. Mamala, SE untuk dilantik.

Kondisi ini akhirnya menimbulkan kemelut dan polemik panjang sehingga berimbas pada batalnya penetapan Megawati yang seharusnya dilantik pada 7 Oktober 2019 lalu.

Penolakan Atripel itu juga tak ayal menjadi boomerang dan berujung tragis bagi dirinya sendiri.

Oleh DPP dia dianggap membangkang dan tidak patuh terhadap keputusan pusat sehingga dia akhirnya di copot dan ‘tendang’ dari partai yang sebenarnya sudah berhasil dibesarkannya tersebut.

”Karena membangkang dan menolak keputusan pusat sehingga akhirnya dia di pecat,” bisik sumber media ini serius.

Pasca ditedang dari partainya,  posisi Atripel kemudian digantikan  H.Zainal Abidin Ishak selaku Pelaksana Tugas Ketua dan Waris Kandori sebagai Sekretarisnya.

Sementara Sekdaprov Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarete yang mewakili Gubernur Sulteng dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pengesahan Ketua DPRD Morut tersebut.

“Alhamdulillah tadi pengukuhannya berjalan lancar dan khidmat”, ujarnya.

Kepada Ketua DPRD yang baru dilantik diharapkannya dapat membangun komunikasi dengan anggota – anggota DPRD lain termasuk bersinergi dengan Bupati serta pimpinan-pimpinan lembaga lain yang ada di Kabupaten Morowali Utara (Tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here