Deklarasi Lintas Agama Sulawesi Tengah Dipusatkan di Gong Perdamaian Palu

0
388

Palu NP –  Guna memperkokoh kerukunan ditengah keragaman dan kemajemukan antar umat beragama baik yang ada di tingkat Pusat maupun hingga ke daerah-daerah sehingga Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) berinisiatif melakukan sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 6 golongan umat beragama yang ada di Sulawesi Tengah.

Penandatanganan deklarasi yang di laksanakan di pelataran Monumen Tugu Nosarara Nosabatutu Palu Sabtu (23/11) pekan lalu itu disaksikan langsung oleh Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag serta dihadiri oleh perwakilan dari 12 Kabupaten ditambah 1 Kota serta Kesbangpol Sulteng, Kanwil Kementerian Agama Sulteng, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI, dan Ketua FKUB Sulteng serta Asosiasi FKUB Indonesia.

Menurut Zainal Abidin dipilihnya Taman Wisata Budaya dan Edukasi Gong Perdamaian Monumen Tugu Nosarara Nosabatutu sebagai tempat deklarasi karena tujuan awal didirikannya monumen itu memang diperuntukan sebagai tempat dan simbol untuk mengapresiasi perdamaian yang lahir dari bumi Sulawesi Tengah.

”Tempat ini sengaja dipilih karena tujuan awalnya memang untuk menyuarakan perdamaian dan ini juga sesuai  dengan maksud dari pendirinya bapak Brigjen Pol (Purn) Drs. Dewa Made Parsana, M.Si,” jelasnya.

Untuk mewujudkan kedamaian maka setiap orang kata Zainal harus memulaikannya dari dirinya sendiri kemudian ke lingkungan keluarga setelah itu barulah dia  akan dapat membina kerukunan dan kedamaian dengan masyarakat juga bangsa dan dunia.

Dia juga mengingatkan untuk terus menjaga dan saling memahami di antara penganut agama yang satu dengan yang lainnya.

Sementara Kepala pusat kerukunan beragama Kementerian Agama RI Dr. Nifasri, M.Pd mengatakan dengan ditandatanganinya deklarasi lintas agama itu maka semua pihak secara terus menerus jangan pernah berhenti menyuarakan perdamaian bahkan hingga keseluruh dunia sesuai dengan tujuan pelaksanaan deklarasi itu sendiri.

“Ini tidak hanya sekedar deklarasi tetapi bagaimana kita mengatur diri kita terutama dalam menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat dan kepada dunia,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama harus di usahakan, diciptakan dan diperjuangkan secara terus menerus karena kerukunan dan kedamaian tidak akan datang begitu saja  melainkan harus diusahakan dan diupayakan oleh seluruh umat manusia diatas muka bumi apapun golongan agamanya.

“Kerukunan tidak diberikan begitu saja namun harus di usahakan sehingga kerukunan dan kedamaian itu bisa kita capai tanpa harus melihat agamanya,” ujarnya (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here