Diduga ada Mafia Pangkat di Disdik Provinsi Sulteng

0
757

Kadisdik Akan Selidik dan Copot Pelakunya!!!  

PALU NP – Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Irwan Lahace  kembali menegaskan akan mencopot dan memutasi pelaku yang diduga  melakukan pungutan atas kenaikan pangkat para guru yang terjadi di dinas yang dipimpinnya.


“Saya tidak main-main kalau saya tau siapa pelakunya pasti saya copot, saya mutasi dari dinas ini,” tegas Irwan yang ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya Rabu (15/1) kemarin .

Menurut Irwan, praktek semacam ini bukan baru kali ini terjadi namun sudah pernah terjadi yang berujung pada pencopotan pelakunya.

“Barang semacam ini bukan baru kali ini saja tapi sudah pernah terjadi dan yang bersangkutan sudah saya copot dan mutasi, tidak lagi di dinas ini,” akunya.

Oleh karena itu pihaknya kata Irwan meminta agar pihak-pihak yang dirugikan termasuk wartawan bersedia  membantu menelusuri dan membongkar skandal ’jual beli pangkat’ di lingkup dinas tersebut.

“Ini sudah sangat mencederai dan tidak bisa di tolerir, karena ini bisa saja ditafsirkan sebagai karakter Irwan Lahace saat menjabat sebagai Kadis,” tukasnya.

Jumlah permintaan uang yang dipatok dalam praktek mafia pangkat di dinas Pendidikan Sulteng itu sendiri di ukur melalui tingkat kerumitan berkas yang di ajukan oleh para pengusul.

Semakin tinggi usulan kenaikan pangkat, semakin banyak pula yang diminta yakni antara 3 juta hingga 7 juta rupiah. Alasan pelaku karena syarat yang akan dikerja tentu akan semakin banyak dan menyita waktu. “Semakin tinggi usulan semakin banyak pula yang diminta pelaku. Untuk usulan dari 4a ke 4b biasanya diminta 7 juta rupiah,” aku sumber yang meminta tidak usah disebutkan namanya.

Ironisnya walaupun sudah membayar, SK kenaikan pangkat yang di usulkan para guru itu sebagiannya belum diterimanya.”Padahal sudah membayar tapi SKnya belum pernah di terimanya,” tutup sumber yang kembali meminta dirahasiakan namanya (NP05)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here