Pasutri dan 5 Anaknya Masih Bertahan Tinggal di Tengah Sisa Puing Reruntuhan Bencana Palu

0
637

Hasan : “Saya pasrah dan hanya bisa berharap pada yang Kuasa”

Palu NP – Bencana Tsunami, Gempa dan Likuifaksi yang melanda Palu 28 September 2018 silam masih menyisikan banyak kenangan pahit dan kesengsaraan bagi para korban yang terimbas langsung dari peristiwa dahsyat dan menelan ribuan korban jiwa tersebut.


Salah satunya bagi pasangan suami isteri (Pasutri) Mohamad Hasan (46) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dan isterinya Fatmawati (46), ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai pengiris sayur dan tukang cuci pakaian serta ke 5 orang anaknya yang masih remaja dan duduk di bangku SDN Inpres I  Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore Palu, Sulawesi Tengah .

“Kalau saya kerjanya serabutan, kadang di suruh bawa mobil atau kerja apa saja sementara isteri saya membantu mengiris sayur dan mencuci pakaian,” ungkap Hasan saat di temui di tempat kerja sang isteri yang sedang  mengiriskan sayur majikan, Jumat (15/11) kemarin.

Hingga kini keluarga tersebut masih bertahan tinggal di atas puing-puing reruntuhan di sebuah tenda berukuran 4 x 6 yang kondisinya juga mulai  robek dan tak layak pakai.

Pada siang mereka tidak bisa dijumpai ditenda karena panas dan baru bisa di temui pada sore saat mereka berkumpul untuk makan dan tidur malam.”Kalau siang kami keluar dan cari tempat masing-masing, nanti pulang berkumpul dengan anak-anak pada sore untuk makan dan tidur bersama,” jelas Hasan yang tak mampu menyembunyikan kepedihannya.

Kepedihan keluarga ini kelihatannya akan semakin panjang dan tak berujung.

Harapan untuk tinggal di Hunian Tetap (Huntap) yang dijanjikan Jokowi semakin jauh dari harapan sebab Hasan tidak terdata dan tidak mungkin bisa masuk dalam daftar Hunian tetap tersebut.

“Saya tidak tau dan kemungkinan besar tidak masuk dalam data untuk tinggal di hunian tetap itu. Biarlah saya pasrah dan hanya bisa berharap pada yang Kuasa,” ujarnya dengan muka tertunduk hingga ke tanah.

Hasan bersama anak bungsunya saat ditemui Nuansa Pos di tempat kerja sang isteri yang sedang bekerja mengiris sayur jualan majikannya.Pada siang mereka terpencar dan nanti malam baru ketemu untuk makan bersama. 

Berikut sedikit data dari kelima anak keluarga Hasan yang masih tinggal di atas sisa puing-puing bangunan tersebut. Asriadi dan adiknya baru saja menamatkan sekolahnya di SMA PGRI sementara adiknya yang perempuan masih duduk di kelas 2 pada sekolah yang sama sementara yang dua lainnya masih kecil-kecil dan di bangku sekolah SD Inpres I Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore Palu (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here