Pemerkosa Bocah 11 Tahun di Poso Masih Buron

0
361

Celana dalam diduga milik pelaku

POSO NP Warga Desa Tongko, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso berinisial IL (32) yang diduga kuat sebagai pelaku pemerkosaan terhadap MS bocah berusia 11 yang masih duduk di bangku Kelas V SDN Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso belum tertangkap.

“Info terkini Tersangka masih dalam pencarian” demikian jelas Kasubbidpenmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari kepada Nuansa Pos lewat pesan WhatsAapnya Selasa (11/2) kemarin.

Dari informasi yang dihimpun Nuansa Pos langsung ke TKP kronologi dugaan pemerkosaan yang dilakukan lelaki bejad itu bermula  pada akhir petang Kamis (6/2) sekitar pukul 6 sore saat pelaku sedang minum-minum bersama Angge orang tua korban di rumahnya.

Namun sekitar pukul 7.30 malam pelaku beralasan kehabisan rokok dan mengajak korban menemaninya untuk membeli ke sebuah warung yang jaraknya sekira 1 km dari rumah korban.

Karena pelaku pernah tinggal dirumahnya saat menjadi karyawan aspal di Lengkeka sehingga ayah korban tidak curiga dan langsung mengiyakannya.

Rumah korban

Namun tak disangka korban malah dibawanya  ke sebuah areal perkebunan dekat lokasi wisata patung Oba yang jaraknya sekitar 2 Km dari rumah korban.

Setibanya di sana pelaku kemudian menyembunyikan motornya dan langsung menyeret korban ketempat sepi selanjutnya menggendong korban menyeberangi sungai kecil bernama  Halubihe menuju sebuah lokasi hutan kecil yang ada di TKP.

Disinilah kemudian bocah kelas V SD yang tidak berdaya itu dilucuti celana dalamnya dan di perkosa pelaku.

Setelah puas menyalurkan hasratnya pelaku  langsung pergi dan membiarkan korban begitu saja. Beruntung korban masih selamat dan ditemukan oleh satu warga bernama Ningsih (28) dalam keadaan menangis dengan kondisi tubuh yang basah dan dipenuhi rumput semak belukar.

Sungai Halubihe tak jauh dari TKP 

“Setelah diperkosa anak itu dibiarkan begitu saja beruntung dia ditemukan saksi dipinggir jalan dalam keadaan, kotor, basah dan badannya penuh rumput sambil menangis dan diantar ke rumah saya,” demikian ungkap Agus Sumadin (48)  salah satu warga yang kemudian bersama isterinya Sinar Bare (43) ikut memeriksa keadaan korban dan mengantarkannya kepada TL Toki (62)  anggota Dewan adat Desa Lengkeka.

Saksi Agus Sumadin 

TL Toki kepada Nuansa Pos yang kemudian menemuinya membenarkan kejadian tersebut.

Menurut dia, TKP itu  sebenarnya terletak tidak jauh dari pondok tempat dia bermalam bersama keluarganya. Namun karena TKPnya berada diantara anak sungai dan hutan kecil sehingga suara teriakan korban tidak bisa didengarnya.

Pondok milik TL Toki tempat korban dibawa dan dilakukan pemeriksaan kondisinya

“TKPnya tidak jauh dari pondok saya tapi karena tertutup  suara air sungai dan letaknya di sebuah hutan kecil sehingga saya tidak mendengar  apa-apa dan nanti kaget ketika dibangunkan oleh saksi Sumardin yang datang bersama korban,” jelas Toki yang kemudian bersama saksi-saksi lain dan isterinya Renda Topapu (63) melakukan pemeriksaan fisik terhadap kondisi korban.

Kamar mandi tempat korban dibersihkan sebelum dibawa ke Kepala Desa dan dirujuk ke Rumah Sakit Tentena

Saya sendiri ikut melihat, pendarahan anak itu luar biasa bahkan melebihi pendarahan orang melahirkan sehingga malam itu juga korban kami  bawa ke kepala desa untuk  di rujuk ke Tentena,” pungkasnya.

Saksi TL Toki menunjukan temuan celana dalam diduga milik pelaku yang tertinggal di TKP 

MS sendiri adalah  anak semata wayang yang ditinggal pergi ibunya sejak 4 tahun lalu karena menikah dengan pria lain di Palu. Selama ini bocah malang itu tinggal dan dirawat oleh ayahnya di salah satu dari 3 deretan rumah di lokasi terpencil tak jauh dari Kantor Kecamatan Lore Barat (NP05).

  

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here