Penculikan dan Pembunuhan Kembali Terjadi di Poso

0
7647

Ilustrasi, Satuan perburuan teroris dan pengamanan Poso (Ft : aktual.com)

PALU NP – Selang sepekan usai penculikan dan pemenggalan kepala petani Kakao bernama Daeng Tapo asal Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara terjadi di Poso. Saat ini wilayah itu kembali digegerkan dengan berita tentang sebuah penculikan lagi.


Warga yang diculik kali ini kabarnya adalah pria petani berinisial AJ (33) berasal dari wilayah yang masuk dalam operasi Satuan Tugas Tinombala tepatnya Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

AJ yang kesehariannya di sapa Papa Anggi diduga di culik dan di bunuh oleh sekitar 5 orang dari kelompok yang menamakan dirinya sebagai Mujahidin Indonesia Timur atau MIT pada Minggu (19/4) sekitar pukul 3 sore saat dia sedang sedang berada di pondok kebunnya di KM 9 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Korban sendiri pada sekitar pukul 17.30 Wita atau menjelang malam tadi sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan.

Korban rencananya baru akan dimakamkan besok, Senin (20/4).

Kombes Pol, Didik Supranoto (Ft : Istimewa)

Dilansir dari sulawesitoday.com pada sore tadi, penculikan dan kematian korban tersebut dibenarkan oleh Polisi.”Masih di evakuasi, diperkirakan malam ini akan sampai juga di rumahnya karena korban akan diserahkan ke pihak keluarga lalu diidentifikasi, termasuk nanti akan di usulkan untuk di otopsi,” jelas Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto Minggu (19/4).

Pergerakan kelompok teroris bersenjata di Poso sendiri sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, dimulai sejak tahun 1998 silam.

Satuan demi satuan pengamanan juga sudah diterjunkan untuk menuntaskan masalah kerawanan di daerah tersebut.

Sayangnya, ibarat kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu”.

Kelompok sipil bersenjata yang beraksi secara berpindah-pindah di seputaran pegunungan biru Poso itu hingga tahun 2020 ini belum pernah bisa disterilkan sesuai keinginan masyarakat yang sebenarnya ingin hidup damai dan bebas dari penculikan-penculikan seperti yang kembali terjadi akhir-akhir ini. (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here