Warga Morut Jalani Isolasi dan Mengunci Diri Dalam Rumahnya

0
1564

MORUT NP – Sebagian dari warga Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah yang sebelumnya pernah terlibat physical contact atau bersentuhan langsung dengan almarhum Bupati Morowali Utara mulai menjalani isolasi di sejumlah tempat berbeda.

Rombongan yang sebelumnya ikut mengantar almarhum termasuk isteri, anak, sopir ambulance, driver dan ajudan pribadinya kabarnya menjalani isolasi di rumah almarhum Bupati di Makassar.


Ambulance pengantar jenazah almarhum bupati ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Ft:Istimewa)

Sementara tim medis termasuk dr Daniel salah satu pejabat medis yang sebelumnya ikut merawat dan mengeluarkan hasil Rapid Test negatif sebelum almarhum di rujuk ke Makassar juga menjalani isolasi di Kolonodale.

Masih dalam wilayah yang sama, sejumlah orang yang juga merasa diri pernah berafisilasi secara dekat dengan almarhum, atas inisiatifnya sendiri mulai mengunci diri seraya mendeteksi perkembangan kesehatannya dari dalam rumahnya masing-masing.

Isolasi itu sendiri diambil sebagai langkah awal untuk mempermudah pendeteksian orang sekaligus mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19 yang lebih luas khususnya di daerah itu sendiri.

Menyikapi kondisi ini, Wakil Bupati Morowali Utara, Moh. Asrar Abd Samad membenarkannya.

Menurut dia, pihaknya sedang melakukan pendataan terkait riwayat orang-orang yang pernah kontak dan ikut mengantarkan almarhum sepanjang perjalanannya saat di rujuk menuju rumah sakit Wahidin, Makassar.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, tercatat sekitar 50 orang yang pernah kontak atau berjumpa langsung dengan Bupati Aptripel Tumimomor.

“Dari 50 orang tersebut termasuk para medis dan petugas Patwal yang mengawal ke Makassar, diluar pihak keluarga Bupati. Dan saat ini ke 50 orang itu akan menjalani Rapid Test dan Karantina Mandiri,” jelas Asrar  seperti dikutip dari Metrosulteng.com, Sabtu (4/4).

Wakil Bupati juga ikut menghimbau agar masyarakat sebaiknya stay at home dan membatasi aktifitasnya di luar rumah.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah guna mencegah penyebaran covid-19. Kami pemerintah kabupaten akan berusaha semaksimal mungkin melakukan pencegahan,” himbaunya.

Meninggalnya Bupati akibat Corona dan kemungkinan masih bisa bertambahnya warga yang bakal terdampak membuat masyarakat  yang tinggal di Kolonodale, Ibu Kota Kabupaten Morut menjadi khawatir.

Beberapa diantaranya langsung mengunci diri bahkan menulis sejumlah peringatan tidak menerima tamu untuk sementara waktu.

“Maaf kami tidak menerima tamu siapapun dia!!!Stay at Home!!Covid 19” demikian tulis warga di depan rumahnya (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here