Warga Binaan Dapat Dukungan Buka Usaha di Lingkungan Rutan Palu

0
534
Usaha mikro keripik pisang yang dilakukan warga binaan di lingkungan Rutan Kelas IIA Palu, Kamis (8/7/2019) siang. Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Warga Binaan Dapat Dukungan Buka Usaha di Lingkungan Rutan Palu, https://palu.tribunnews.com/2019/08/08/warga-binaan-dapat-dukungan-buka-usaha-di-lingkungan-rutan-palu?page=2. Penulis: Haqir Muhakir Editor: Rizkianingtyas Tiarasari

PALU np — Sekitar 40 warga binaan Rumah Tahanan Kelas IIA Palu dilatih berbagai keterampilan, sekaligus mendapat dukungan membuka usaha mikro di lingkungan Rutan.
Pada Kamis (8/8/2019) siang, sejumlah warga binaan yang membuka usaha mikro itu tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Ada yang sedang buka usaha pangkas rambut, usaha kuliner keripik pisang, sablon baju, dan pembuatan batako.
Kepala Rutan Kelas IIA Palu Nanang R mengatakan, program usaha bagi warga binaan itu merupakan hal yang baru dilakukan pihak Rutan Palu.
Tujuannya adalah agar para warga binaan memiliki skill atau keterampilan di bidang tertentu.
Sehingga, ketika warga binaan selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat, mereka tidak akan kesulitan mencari pekerjaan.
“Kita dukung dalam pemasaran dan pengadaan alat, kita bekerja sama dengan sejumlah pihak, baik untuk bantuan alat maupun pendamping atau mentor,” jelas Nanang.
Secara internal, kata Nanang, pihaknya juga akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk memantau dan mengetahui perkembangan dan hal-hal yang perlu menjadi perhatian.
Lanjut Nanang, untuk usaha pangkas rambut sendiri, sangat membantu.
Karena sejak adanya usaha pangkas rambut warga binaan itu, penghuni Rutan diwajibkan untuk rapih dan rutin memangkas rambut.
Bahkan yang menjadi pelanggan, bukan hanya warga binaan, tapi pegawai Rutan juga kerap menjadi pelanggan, dengan upah Rp10 ribu per kepala.
Untuk usaha sablon baju, Nanang menjelaskan, baru beberapa hari dilakukan.
Dengan mendatangkan mentor ahli, pihaknya juga membantu dalam hal pemasaran.
Begitu juga dengan usaha keripik pisang, pihak rutan saat ini sedang berusaha memenuhi syarat kemasan dengan standar pemerintah, agar produknya bisa menembus pasar modern.
“Sedangkan untuk hasil produksi batako, kita kerjasama dengan pihak swasta, saat ini sudah ada pesanan sekitar 1.500 biji dengan harga Rp1.500 per biji,” tambah Nanang. (tribun)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here