Warga Kelurahan Lamberea Buteng Keluhkan Debu Mobil Truk Milik Oknum Kontraktor

0
163

 

Morowali NP
Warga di seputaran jalan wirabuana Kelurahan Lamberea Kec.Bungku Tengah (Buteng) Kab.Morowali Prov.Sulteng mengeluhkan debu mobil truk yang berterbangan milik salah satu oknum kontraktor yang mengerjakan salah satu proyek penimbunan di Kec.Buteng.

Kondisi ini membuat warga tidak nyaman karena setiap hari harus menghirup debu dari mobil proyek yang lalu lalang, bahkan hingga tengah malam aktivitas dilakukan tanpa penduli warga disekitarnya.

Hal ini disebabkan material yang berjatuhan dijalanan berhembus ke udara ketika angin meniup, ditambah lagi mobil-mobil truk pengangkut material tak ditutup terpal padahal jalur lintasannya melewati pemukiman yang padat penduduk.

“Kalau bisa kita lapor saja ini kontraktor yang ambil material di lorong wirabuana kasian kita masyarakat sudah makan debu tiap hari akibat ulah dari pihak kontraktornya yang tidak ada inisiatif untuk menyiram jalan. kami sudah melapor ke pak Lurah Lamberea dan Pak Lurah sudah sampaikan ke pihak kontraktornya tapi pihak kontraktor sampai detik ini tidak merespon dan tidak ada inisiatif untuk menindak lanjuti respons kami.
Kalau begini terus kami sebagai masyarakat RT 09 dan RT 10 akan menutup akses jalan wirabuana Kel.Lamberea karna kami sudah tidak sanggup lagi dengan debu yang cukup menggangu. Ini baru 340 ret yang mereka angkut sementara kami dengar kabar bahwa target mereka adalah 1.000 ret kontraktornya an.pak IMRAN HAMIDU atau pak imu yang tinggal di kolono Kec.Bungku Timur Kab.Morowali,” Keluh salah satu warga Lamberea yang minta namanya tak disebutkan.

Keluhan yang sama dirasakan Linda Mulkan bahkan ia menguplod di Fb kondisi yang dirasakan dengan maksud agar mendapat tindak lanjut dari pihak-pihak berwenang termasuk kontraktor pelaksana.

“kami semua satu rumah tidur pakai masker kasihan karena ini mobil angkut material tidak mau berhenti sampai tengah malam barangkali cuma dorang yang bernapas kami rakyat kecil tidak,”. Tulisnya.

Pada bagian dua masih keluhan yang serupa di posting di Fb miliknya, “Masih lamakah kasihan ini mobil truk ba angkut pasir sudah sesak nafasnya torang kasihan dengan abu sudah batuk dan flu,”

Senada disampaikan Mama Hikma yang heran dengan sikap kontraktor yang tak peduli keluhan dan kondisi yang dirasakan warga, padahal sangat tampak jelas debu berterbangan ketika sejumlah mobil armada milik kontraktor tersebut lalu lalang melintas di pemukiman warga.

“Tidak ada betul perasaannya ini kontraktor sudah lihat banyak debu tidak mau basiram semua dinding lantai dan kaca rumah jadi berdebu,” Terangnya sambil tunjuk debu-debu yang bertebaran di area rumah miliknya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak terkait, sementara pihak kontraktor yang berupaya di konfirmasi belum berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here