Bawa 1 Kg Sabu Kurir dari Sumatera Dibekuk Polisi Sulteng di Bandar Udara Sis Al-jufrie Palu

0
291

PALU NPSetelah berhasil lolos di otoritas 2 Bandara berbeda salah satu kurir  narkotika jenis sabu bernama Dodi Irawan alias Dodi warga Kecamatan Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan akhirnya berhasil bekuk Polisi Sulawesi Tengah..

Pelaku yang datang pada Selasa (11/2) sekira pukul 21.15 Wita dengan menumpang pesawat terakhir Lion JT 820 itu ditangkap oleh Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulteng. saat baru turun di Bandar Udara Sis Al-Jufrie Palu, Sulawesi Tengah.

Dari tangannya Polisi berhasil mengamankan 2 kantong plastik berisi 1 kg sabu yang disembunyikannya . di dalam sepasang sepatu miliknya.

Dari pengusutan awal diketahui jika pelaku meloloskan narkoba itu saat dari Bandara Kualanamu, Medan, menggunakan pesawat Lion JT 7397Kl, kemudian transit Jakarta-Palu menggunakan Pesawat Lion JT 820.

“Masih dalam penyelidikan dan pendalaman, untuk barang bukti ada dua paket yang diselip dalam sepatu. Masing-masing paket berisi 500 gram, jadi totalnya 1 kg narkoba jenis sabu,” kata Dirnarkoba Kombes Dodi Rahmawan seperti yang di kutip Nuansa Pos detikcom, Rabu (12/2) dini hari.

“Ini adalah modus operandi kurir antar Provinsi lintas Sumatera tujuan Palu, Sulteng. Narkoba tersebut dikendalikan oleh pelaku atau pemesan berinisial SN, yang terakhir berpisah dengan pelaku yang membawa narkoba di Bandara Soetta, Cengkareng, Terminal 2 kedatangan,” sambungnya.

Menurutnya, kasus tersebut merupakan rangkaian sindikat narkoba jaringan dari napi di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Palu, sehingga dilakukan koordinasi dengan pihak rutan untuk bekerja sama untuk mengungkap sindikat narkoba.

Sementara Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan sabu seberat 1 kilogram yang diamankan dari pelaku diduga memang dikendalikan dari Rutan Maesa Palu yang dipesan oleh salah satu tahanan berinisial Y yang sedang menjalani hukumannya di rumah tahanan itu.

“Artinya begitu hebat orang dalam penjara bisa mengendalikan peredaran narkoba. Nanti kita lakukan pemeriksaan,” katanya di sela-sela kunjungan kerjanya di Mapolres Palu, Rabu (12/2) kemarin.

“Dalam penggeledahan di Rutan Palu, Polisi memeriksa oknum penghuni Rutan inisial Y dan menyita dua buah handphone yang diduga berisi pembicaraan dengan pelaku HI yang ditangkap di Bandara Mutiara Sis Al-Djufrie Palu,” ujarnya.

Dalam mengembangkan kasus tersebut, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara serta pihak bandara, perihal bagaimana barang haram tersebut bisa lolos di bawa masuk ke Palu melalui jalur udara dengan menumpang salah satu maskapai penerbangan nasional.

“Kita juga sedang meneliti bagaimana bisa lolos dari perjalanan itu, mulai dari bandara Sumut bisa lolos, kemudian di Cengkareng bisa lolos, kemudian di Makassar bisa lolos sampai Bandara Palu baru bisa ditangkap,” ujarnya.

Ke depan, kata Kapolda, dirinya akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Sulteng dan Pihak Bandara Mutiara Sis Al-Djufrie Palu, untuk bersama-sama berperang memberantas peredaran narkoba di wilayah Sulteng.

“Kan sangat ironis orang yang berada dalam penjara tetapi masih saja bisa mengendalikan peredaran narkoba,” katanya.

Sementara Kepala Rutan Palu, Yansen mengatakan mengapresiasi keberhasilan Polda Sulteng, utamanya Ditrektorat Narkoba yang berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti sabu 1 kg tersebut.

“Terkait dengan masalah narkoba, yang dilaksanakan oleh Kasubdit III Narkoba beserta anggotanya di Bandara Mutiara Sis Al-Djufrie Palu, saya ditelpon tepatnya jam 10 malam menyampaikan hal tersebut, sehingga semalam kami berhasil mengungkap yang diduga sindikat narkoba yang ada di Rutan Palu,” katanya.

Yansen membenarkan bahwa di Rutan Palu ada satu penghuni yang dimintai keterangan berinisial Y yang dipenjara karena kasus narkoba dan dihukum 16 tahun penjara.

“Semalam masih si Y yang kita panggil bersama-sama saya untuk dimintai keterangan siapa-siapa saja yang ada di dalam Rutan ataupun di luar yang terlibat. Namun belum mengakui, dan pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus ini. Yang pasti dari Rutan Palu akan diselidiki lagi,” tegasnya.

Ia mengatakan saat ini terduga Y telah di isolasi di ruangan khusus di Rutan Palu, untuk mempermudah proses pengembangan kasus oleh Polda Sulteng dan pihak terkait.

“Sinergitas kami sesuai MoU khususnya Polda Sulteng, Polres Palu dan BNN Palu untuk menindaklanjuti pemberantasan narkoba di rutan ini dan itu niat kami,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, akan menjadi pelajaran sehingga upaya peperangan terhadap peredaran narkoba di rutan akan ditingkat baik melalui razia maupun pemeriksaan terhadap warga binaan.

“Kami juga akan meningkatkan razia di Rutan walau sudah ada SOP nya yang dalam sebulan tiga kali, tetapi bila insidentil akan kita laksanakan. Kita juga akan rapat lagi dengan anggota khusus pengamanan kenapa sampai ada Hp di dalam, karena kasus ini dari Ponsel,” tegasnya (Antara/NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here