EkonomiNasionalSultengViral

Dari 1.904 Huntap yang Dibangun di Pombewe Belum Satupun Bisa Ditempati Warga

Pengawas Pekerjaan : “Selain air, pematangan lahan juga jadi kendala peghambat pembangunan Hunian tetap di Pombewe”

SIGI NP – Sejak awal dibangun tahun 2019 lalu, belum ada satupun dari 1.904 unit perumahan Huntap yang  dibangunkan di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi dapat ditinggali oleh masyarakat korban terdampak bencana 28 September 2018 silam.

Pasalnya, belum ada satupun dari bangunan itu yang dapat dikatakan rampung 100 persen dan bilapun sepintas lalu ada yang kelihatannya sudah terdinding atau tertutup atap, namun dapat dipastikan belum bisa ditempati.

Amatan media ini langsung ke lapangan, kendalanya ternyata cukup beragam. Selain belum memiliki dapur, bangunan itu pasti belum memiliki kamar mandi dan sepitanknya. Persoalan air masih menjadi kendala utama di tempat akan direlokasikannya para korban terdampak bencana 2018 tersebut.

Meskipun memiliki beragam masalah, proses pembangunan Huntap Pombewe masih terus berjalan.  

Sementara Manager Buddha Tzu Chi Indonesia, Rahmat sebagai pihak paling bertanggungjawab atas pembangunan Huntap tersebut yang hendak di konfirmasi media ini Selasa (10/3) sedang tidak ditempat.

Namun demikian dari Pengawas lapangannya, Imron diketahui jika pembangunan Huntap di areal tersebut ternyata masih tetap akan dilanjutkan.

Imron, Pengawas Buddha Tzu Chi Indonesia saat memberikan penjelasan kepada wartawan media ini Selasa (10/3) kemarin.

Imron juga tidak menepis adanya sejumlah masalah yang menjadi kendala selama dia ditempatkan melakukan pengawasan di areal pembangunan hunian tetap tersebut.

Menurut Imron, masalah air dan pematangan lahan yang akan digunakan sebagai dudukan bangunan juga ikut menjadi persoalan utama yang menurut dia secara tidak langsung ikut menghambat proses pembangunan infrastruktur ribuan rumah hunian yang akan ditempati oleh korban terdampak bencana 28 September 2018 tersebut.

“Selain air, pematangan lahan juga jadi kendala penghambat proses pembangunan di Pombewe ini,” ujarnya.

Selain air, pematangan lahan juga menjadi kendala proses pembangunan Huntap di wilayah Pombewe.

Dsinggung soal spesifikasi material dinding bangunan yang sejak pembangunannya sudah menjadi sorotan berbagai pihak langsung ditepisnya.

Menurut dia, jenis material yang digunakan untuk perumahan yang ada di areal pembangunan itu sudah sesuai pesanan yakni setebal 2 cm terdiri dari 10 jenis dan 43 potongan yang juga sama dalam ketebalannya. Sementara untuk tegel, rangka dan tutupannya menurut Imron juga sesuai pesanan, menggunakankeramik ukuran 30 x 30 cm dan baja ringan serta dan seng jenis Galvalum.

“Kalau lantainya menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm sementara rangkanya baja ringan dan seng gavalum, semua sesuai pesanan,” pungkasnya (NP05)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp