Usai Sidang PK, Terpidana Bantuan Stimulan Sioyong Langsung Dieksekusi

0
653

PALU NP – Usai sidang Peninjauan Kembali (PK) di PN Kelas 1A Palu, H. Ahmad Mustafa terpidana kasus korupsi bantuan stimulan perumahan swadaya desa Sioyong, Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala 2013 pada Senin (9/3) akhirnya di eksekusi Kejakasaan Negeri Donggala, Sulawesi Tengah.


Proses ekseskusi terhadap H Ahmad itu sendiri berjalan kondusif tanpa perlawanan dari terdakwa.

”Tidak ada upaya perlawanan saat akan di eksekusi, yang bersangkutan secara sukarela bersedia di bawa oleh jaksa untuk di eksekusi ke Rutan Donggala,” jelas Kacabjari Donggala, Erfandy Rusdy Quiliem kepada wartawan di PN 1A Palu.

Eksekusi itu sendiri menurut Erfandy sudah sesuai berdasarkan Putusan MA nomor 556 K/ PID.SUS/2018 tanggal 24 September 2018.

Dalam putusan kasasi tersebut, Ahmad dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sehingga dia di vonis pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan pidana denda sebesar Rp 50 juta,  subsider 3 bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp. 44.2 juta, yang dikompensasikan dengan uang tunai yang dititipkan pada Bendahara Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang dan disimpan di brankas Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang pada tanggal 5 Mei 2017.

Dengan demikian, kata dia, putusan kasasi tersebut, kata dia, membatalkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi, Pengadilan Negeri Palu Nomor 26/Pid.Sus-TPK/2017/PN Pal tanggal 19 Juni 2017 silam , yang membebaskan terdakwa.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa H.Ahmad pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan pidana Denda sebesar Rp 50 Juta, subsider 3 bulan kurungan.

Erfandy Rusdy Quiliem menguraikan tahun 2013 Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas mendapat dana BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 3 miliar diperuntukan bagi 216 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam kegiatan tersebut, H. Ahcmad selaku penyedia barang pabrikasi, Ahmad Mustafa bertindak sebagai penyedia bahan bangunan dan bukan hanya dia terlibat, turut terlibat Dedi Irawan selaku tenaga pendamping masyarakat (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here