Diduga Mubazir, Kontraktor Air Bersih Petirodongi Cuci Tangan

0
712

 


POSO NP – Sehubungan dengan pemberitaan harian Nuansa Pos, pada edisi sebelumnya, Ridho selaku penanggung jawab PT. Intan Persada pada pewarta Nuansa Pos saat dikonfirmasi terkait kondisi proyek air bersih yang dikeluhkan oleh masyarakat Kelurahan Petirodongi terkesan cuci tangan. Kepada Media ini dia membantah tidak berfungsinya air bersih itu dikarenakan adanya unsur kesengajaan atau tidak sesuai spesifikasi dalam RAB sebagaimana yang tertuang dalam kontrak kerja yang ditandatanganinya.

Sebab kata dia, selain telah sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan oleh pihak BPK Sulteng serta instansi terkait lainnya, terkait produk air bersih hasil dari pengerjaan proyek tersebut. Bahkan sudah cukup lama dinikmati oleh warga masyarakat setempat, pasca penyerahan kepada pihak Dinas PUPR Kabupaten Poso.

“Dari hasil pemeriksaan BPK pada pertengah tahun 2019, tidak ada temuan atau nihil temuan. Tapi kalau sekarang diprotes akibat kekeringan, itu saya sudah tidak tahu ilagi. Lain kalau dari awal airnya tidak jalan, itu yang rawan, saya saja takut,”ungkap Ridho, saat ditemui Nuansa Pos , Senin (27/01).

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab sumber air menjadi kering tutur Ridho menambahkan antara lain adanya penebangan hutan, minimnya curah hujan akibat kemarau panjang serta kurang mendapat perhatian atau perawatan.

“Akibat tidak dirawat, penebangan hutan di sekitar sumber mata air, ditambah kemarau panjang, bisa saja berdampak serius habisnya sumber air,”akunya.

Ridho juga mengakui bahwa yang menentukan titik sumber air adalah pihak PUPR Kabupaten Poso selaku pemberi pekerjaan sekaligus sebagai perencana bukan pihak rekanan.

“Kalau kami yang tentukan sendiri titik sumber air, itu salah, karena akan bertentangan dengan perencanaan yang ada. Untuk pemasangan pipa tidak ada persoalan, terbukti air mengalir sampai bak penampung yang ada di tengah pemukiman warga,” imbuhnya.

.Di bagian terpisah,  tidak maksimalnya pengadaan air di  Petirodongi itu oleh sejumlah warga tetap bersitegas meminta agar di usut.”Yang kami tau dan rasakan air itu tidak beres, kadang ada kadang tidak jadi jangan menyalahkan alam atau masyarakat. Apapun alasannya kami harap di usut tuntas,” sergah warga seragam (NP06).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here