Gunakan Bahan Peledak 4 Nelayan Morowali Ditangkap Polisi

0
889

Kapolda Sulteng, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Syafril Nursal, SH, MH didampingi Kasubdit Patroli Airud AKBP Ridwan, SH, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, SIK dan Kasubbidpenmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari,  saat memberikan keterangan pers terkait ditangkapnya empat  pelaku pemboman ikan di wilayah Morowali.

Palu NP 4 pelaku tindak pidana penangkapan ikan menggunakan bahan peledak  di wilayah perairan Laut Banda Desa Buajangka, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Minggu, 26 Januari 2020 berhasil ditangkap Polisi.


Keempat pelaku bersama barang bukti yang disita Polisi.

Demikian disampaikan Kapolda Sulteng, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Syafril Nursal, SH, MH didampingi Kasubdit Patroli Airud AKBP Ridwan, SH, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, SIK dan Kasubbidpenmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari dalam jumpa Pers bersama sejumlah wartawan di Palu, Rabu (05/2) kemarin.

Penangkapan yang sebenarnya terjadi secara kebetulan itu sendiri bermula saat Tim Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Sulteng yang di pimpin AKP Charlie Salindehon beserta 3 anak buahnya sedang menuju ke lokasi kapal bermuatan ore nikel yang kandas akibat cuaca buruk di Pulau Stagal, Kecamatan Menui Morowali.Namun saat berada di antara Pulau Paku dan Pulau Bapa tepatnya di perairan Desa Buajangka petugas melihat adanya sebuah perahu bermuatan 4 orang dengan gelagat mencurigakan.

Merasa curiga, petugaspun langsung mendekat dan melakukan interogasi terhadap ke empat pelaku  yang akhirnya tidak dapat berkelit lagi.Kepada petugas keempatnya mengaku telah melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.Tak tinggal diam, keempat pelaku itupun langsung diamankan petugas dan digiring ke Kantor Ditpolairud Polda Sulteng guna pemeriksaan lebih lanjut.Keempat pelaku itu sendiri berinisial G, R, M,H dan  MN, keempatnya berasal dari desa yang sama yakni dari Desa Buajangka, Kecamatan Bungku Selatan.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku antara lain, 1 unit perahu mesin merek Tianlie 30 PK, kompresor, tabung gas, ikan berbagai macam jenis dan ukuran sebanyak ± 50 Kg, 2 rol selang kompresor sepanjang ± 30 m, 3  pasang sepatu katak, kaca mata selam, 5 buah jaring pengumpul ikan, 3 roll kabel warna hitam, kaos tangan, Accu 12 dan 40 ampere, batrei, benang jahit, 2 botol Vitsal berisi cairan, 4 botol Bir berisi Handak yang terpasang Dopis 4 buah, 3  botol ABC berisi Handak yang terpasang Dopis 3 buah, 5 botol dan 2  jerigen 5 liter berisi material butiran berwarna putih, 5  buah dopis dan 1 buah alat pengukur kedalaman laut.

Akibat perbuatannya itu, keempat pelaku dikenakan pasal tentang Tindak Pidana Perikanan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) dan/atau Pasal 100 B Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Untuk proses lanjutannya, keempat pelaku saat ini sudah di tahan di Rutan Polda Sulawesi Tengah.

Menghindari perbuatan yang melanggar hukum, Polda Sulteng melalui Dit Polairud kepada masyarakat khususnya nelayan menghimbau agar melakukan penangkapan ikan dengan cara – cara yang benar dan menghindari pelanggaran hukum atau yang dapat merusak kelestarian sumber daya dan ekosistemnya (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here