Tersinggung Dituding Adopsi Bibit Berkutu, Dinas Pertanian Sulteng Ancam Lapor ke Polisi

0
585

“Selain mengadopsi bibit berkutu, Dinas Pertanian Provinsi sebagai Satker pengadaan benih juga diduga menjadi penyebab sehingga ratusan juta dari dana yang seharusnya diterima petani di Kabupaten Poso tidak bisa dicairkan dan dikembalikan ulang ke kas Negara”

Kemasan berisi benih jagung komposit berkutu yang dikirim Dinas Pertanian Provinsi kemudian di tolak Kepala Dinas Pertanian Poso.


Palu NP – Pengadaan ribuan ton benih jagung komposit berkutu dari Dinas Provinsi Sulteng TA 2018 yang sedianya akan disalurkan ke kelompok-kelompok tani yang ada di daerah-daerah sebagiannya ternyata berkutu dan tidak layak untuk ditanami.

Salah satunya sebanyak 47 ton yang dikirim ke Dinas Pertanian Kabupaten Poso.

Bibit-bibit yang sudah sampai di tangan petugas pemeriksa yang ditunjuk dinas bernama Topan Hari itu oleh Kepala Dinasnya, Ningsih Tampai kemudian ditolak dan dikembalikan lagi.

“Memang pernah ada benih berkutu yang saya suruh pulangkan karena saya tidak mau mengambil resiko,” ungkap Ningsih seperti yang diberitakan di Nuansa Pos sebelumnya.

Dinas Provinsi sendiri sudah mengganti bibit berkutu yang dianggap bermasalah itu dengan benih lain yang dianggap lebih berkualitas dan layak untuk ditanami.

“Masalahnya dimana, nah barang sudah diganti. Kami juga sudah diperiksa BPKP,” sergah Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Provinsi Sulawesi Tengah, Retno kepada Nuansa Pos yang mengkonfirmasinya, Rabu  (11/12).

Sayangnya Retno yang tidak terima dengan pemberitaan tersebut justru balik mengancam akan melaporkan wartawan yang mengkonfirmasi sebagai tindak pencemaran nama baik ke polisi.

“Kami bisa tuntut pencemaran nama baik dinas,”  ancam Retno lewat balasan WatsAap yang dikirimnya ke redaksi media ini.

Untuk kepentingan tersebut, pihaknya kata Retno akan melaporkannya ke kepala dinas yang kemudian melakukan koordinasi dengan Biro Hukumnya.

“Saya laporkan ke Kadis untuk segera berkoordinasi dengan Biro Hukum,” timpalnya menyusul pesan yang dikirim sebelumnya.

Topan Hari staf pemeriksa menunjukan hasil temuannya.

Selain mengadopsi bibit berkutu, Dinas Pertanian Provinsi sebagai Satker dalam pengadaan benih jagung juga diduga menjadi penyebab sehingga ratusan juta dari dana yang seharusnya diterima oleh petani di Kabupaten Poso tidak bisa dicairkan dan dikembalikan ulang ke kas Negara.

”Ada ratusan juta rupiah yang harusnya diterima petani Poso tidak bisa dicairkan karena pengadaan bibit yang lambat sehingga lahan yang tadinya sudah dibuka dan siap ditanami, kembali berumput dan dianggap sebagai semak belukar yang tidak bisa dicairkan dananya,” jelas sumber kepada media ini.

Investigator LBH Sulteng, Moh Arfan Prasetya Putra,SH 

sementara pihak Investigasi LBH Sulteng berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut.

“Indikasi permainan anggaran dalam hal pengadaan bibit  seperti ini akan kami tindaklanjuti melalui pengumpulan data dilapangan. Adanya temuan  47 ton bibit yang berkutu (expire) perlu kami lakukan investigasi yang lebih dalam lagi termasuk  indikasi keterlibatan  pejabatnya,” ungkap Investigator LBH Sulteng, Moh Arfan Prasetya Putra,SH kepada Nuansa Pos yang menghubunginya Rabu (11/12) pagi tadi (NP05)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here